Rabu, 18 Oktober 2017

Produksi Mercon, Oknum Kiai Diciduk Polisi

Rabu, 27 September 2017 01:08:56 WIB
Reporter : Temmy P.
Produksi Mercon, Oknum Kiai Diciduk Polisi

Sumenep (beritajatim.com) - ZA (53), salah satu pengasuh pondok pesantren di Desa Bragung, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, dibekuk aparat kepolisian saat operasi Sikat Semeru 2017.

Pemilik salah satu lembaga Diniyah ini kedapatan menguasai, membawa, dan memiliki persediaan bahan peledak (handak) berupa mercon.

"Kami menangkap tersangka di rumahnya. Tersangka didapati menyimpan, menyembunyikan, dan mempergunakan handak untuk memproduksi petasan," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Selasa (26/9/2017).

Dalam rilis humas Polres Sumenep yang diterima redaksi beritajatim.com, dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita 4 renteng petasan berdiameter 1,5 cm, 4 cm, dan 6 cm. Selain itu, juga didapati 403 petasan jenis sreng dor.

"Kami juga mengamankan 651 selongsong petasan kosong, 310 selongsong petasan yang telah terisi separuh bubuk mercon, 242 selongsong petasan yang telah terisi penuh bubuk mercon," ungkap Suwardi.

Ia mengatakan, selain petasan siap jual dan petasan setengah jadi, polisi juga menyita 1 bendel kertas pembuat selongsong petasan, 2 kayu tatakan, dan 1 kotak peralatan untuk membuat petasan.

"Bahkan kami juga mendapati 1.347 gram bubuk warna hitam dan 24 gram bubuk warna abu-abu yang diduga sebagai handak. Kemudian 29 gram sumbu petasan, 23 gram belerang, dan 53 gram garam belanda," paparnya.

Saat diperiksa, tersangka mengaku membeli bahan-bahan peledak pembuat mercon itu dari seorang sales yang tidak dikenalnya. "Barang-barang bukti berupa handak dan bahan-bahan petasan kami kirim ke laboratorium forensik. Sedangkan tersangka ditahan di Mapolres Sumenep," ujar Suwardi.

Atas perbuatannya,tTersangka dijerat pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat no 12 tahun1951. [tem/suf]

Komentar

?>