Minggu, 22 Oktober 2017

Mengharukan, Anak Peluk Ibu Kandung yang Digugatnya

Selasa, 26 September 2017 17:42:40 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Mengharukan, Anak Peluk Ibu Kandung yang Digugatnya

Kediri (beritajatim.com) - Kasus gugatan perdata gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan dua orang anak terhadap ibu kandungnya di Kediri terus bergulir di Pengadilan Negeri setempat. Dalam persidangan yang ke-13 kalinya ini sang anak meminta maaf kepada ibunya karena sudah memperkarakan hanya karena ingin mempertahankan rumah warisan almarhum ayahnya .
 
Lalan Suwanto (54) satu dari dua anak yang menggugat ibu kandungnya langsung memeluk Sumiati (70) saat bertemu di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Warga Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri itu merasa sedih melihat ibunya berperkara hukum. Dia langsung meminta maaf.
 
Menurut Sumiati sebenarnya bukan anaknya Lalan dan Emi Asih (57)  yang seharusnya meminta maaf kepadanya , akan tetapi  justru dirinya yang meminta maaf, karena telah bersalah meminjamkan sertifkat tanah dan rumanhya ke bank tanpa sepengetahuan keduanya. Ibu lima anak ini berharap persoalan ini segera selesai, dan kelak di kemudian hari tidak terulang lagi.
 
“Sebenarnya sayalah yang harus meminta maaf kepada Lalan dan kakaknya Emi Asih. Karena meminjamkan sertifikat untuk jaminan utang ke bank, akhirnya rumah kami disita. Kemudian anak-anak saling gugat. Semua ini karena kesalahan saya yang tidak bisa mendidik anak,” aku Sumiati, Selasa (26/9/2017).
 
Dalam sidang lanjutan gugatan rumah dan tanah seluas 1.300 meter persegi ini yang ke-13 kalinya ini, majelis hakim memeriksa saksi-saksi dari perangat Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, guna mengetahui ahli waris  atau anak kandung dari pernikahan Sumiati dengan almarhum Muradi. Dalam sidang tersebut terungkap ada lima orang anak kandung Sumiati dan kelimanya berhak atas hak waris .
 
Sidang akan kembali dilanjutkan hari Jumat tanggal 6 Oktober 2017 mendatang dengan agenda peninjauan obyek sengketa tanah dan rumah di Desa Ngablak. Seperti diberitakan sebelumnya, karena menagih warisan, dua orang anak di Kediri tega menggugat ibu kandung dan adik bungsunya ke pengadilan.
 
Mereka menagih hak tanah dan bangunan rumah peninggalan almarhum Muradi, ayahnya yang telah berpindah tangan karena sebagai jaminan hutang, namun tak sanggup dilunasi. Sementara itu paska diekskusi bank kini kedua tergugat terpaksa numpang tinggal bersama anak-anak jalanan. [nng/but]

Komentar

?>