Rabu, 18 Oktober 2017

Ibu Tega Jual Anak Gadisnya Buka Kasus Lama Predator Kediri

Senin, 25 September 2017 22:36:53 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Ibu Tega Jual Anak Gadisnya Buka Kasus Lama Predator Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Kasus eksploitasi anak yang diduga dilakukan oleh ibu kandun mengingatkan kembali pada kasus pencabulan terhadap sederetan anak di Kediri yang dilakukan oleh pengusaha kontraktor ternama Sony Sandra (SS). Pasalnya, anak yang diduga dijual oleh orang tuanya tersebut juga menjadi salah satu korban SS.
 
AK (16) pernah menjalani rehabilitas di Kementerian Sosial Republik Indonesia, setelah kasus SS alias koko bergulir di Pengadilan Negeri. Tetapi dari target masa rehab selama empat bulan, gadis asal Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota Kediri ini dikabarkan baru menjalani setengahnya atau dua bulan saja.
 
Menurut Akson Nur Huda, SH, pengacara yang mengadukan SR (40) ibu kandung korban ke Polresta Kediri, sang anak sempat ramai dibicarakan saat kasus Sony Sandra. Sebab AK adalah satu dari sekian korban pencabulan bos aspal di Kediri itu.
 
"Lima bulan sebelum bersetubuh dengan klien kami, AK menjadi korban Sony Sandra. Kasusnya ramai dibicarakan hingga membuat gempar Kediri,” ungkap Akson ditemui di Polresta Kediri, Senin (25/9/2017). Dia baru saja menanyakan perkembangan surat aduan yang dikirimkan tujuh bulan lalu. Sebab, sampai saat ini belum ada perkembangan.
 
Dijelaskan oleh Akson, AK pulang dari Jakarta, pada 26 September 2016. Dia baru saja menjalani rehabilitasi bersama para korban lainnya. Tetapi, kabar yang diterima pengacaran, korban baru separo menjalani masa rehab.
 
Yang paling membuat pengacara asal Kabupaten Nganjuk ini mengelus dada, sehari setelahnya, yakni 27 September 2016 korban sudah membuat janji dengan pria lain. AK dijemput oleh salah satu pelaku yaitu DN (17) asal Desa Kranggan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri di lorong SDN Jagalan 1 Kota Kediri.
 
Korban diajak jalan-jalan, sebelum akhirnya dibawa ke rumah AD (17) pelaku lainnya di Desa Kranggan. Akhirnya korban disetubuhi secara bergantian oleh keenam pelaku selama satu minggu. Korban diantar pulang, pada 1 Oktober 2016.
 
"Kami sangat prihatin dengan perbuatan korban. Sebab, dalam pengakuan para saksi, perbuatan itu dilakukan tanpa paksaan. Namun yang lebih kami sayangkan, orang tuanya tidak begitu serius mencari anaknya. Anak baru sehari pulang, setelah itu pergi lagi. Selama satu minggu tidak ada di rumah, tetapi tidak dicari," keluh Akson.

Perbuatan SR tersebut dianggap bentuk pembiaran dan ekplositasi terhadap anak. Sebab, sang ibu sempat mendatangi rumah salah satu pelaku untuk meminta pertanggung jawaban. Bahkan, dalam komunikasi tersebut ada dugaan permintaan sejumlah uang kepada pelaku sebesar Rp 10 juta setiap orang untuk penyelesaian secara damai. Tetapi karena tidak direspon pelaku, akhirnya mereka dilaporkan.
 
Sekedar mengingatkan, Sony Sandra, pengusaha kuat di Kediri diadili atas tuduhan pencabulan terhadap sejumlah anak perempuan dibawah umur. Sidang dilakukan didua tempat, PN Kota dan PN Kabupaten Kediri, sesuai lokasi pencabulan terjadi. PN Kota Kediri menjatuhkan vonis 9 tahun, sedangkan PN Kabupaten Kediri mengganjar 10 tahun penjara. Persidangan berlanjut hingga ke MA (Mahkamah Agung). [nng/suf]

Komentar

?>