Kamis, 23 Nopember 2017

Pasangan Kumpul Kebo Bertemu Napi Lapas Porong, lalu Edarkan Sabu

Kamis, 14 September 2017 17:41:51 WIB
Reporter : M. Ismail
Pasangan Kumpul Kebo Bertemu Napi Lapas Porong, lalu Edarkan Sabu

Sidoarjo (beritajatim.com) - Peredaran sabu-sabu yang dikendalikan dari dalam Lapas Kelas l Surabaya di Porong, diduga kembali terjadi. Kasus itu berhasil diungkap oleh Unit Reskrim Polsek Gedangan.

Terungkapnya kasus itu berawal dari tertangkapnya tersangka Rohmad alias Mat Oleng (36) warga Jalan Demangsari Desa Keboan Anom RT 002 RW 001 Kec. Gedangan Sidoarjo, yang disuruh oleh F penghuni Lapas Porong.

F menginginkan Mat Oleng mengambil barang milik F yang berada di dekat Cito Surabaya. Namun melihat jumlah barang tergolong banyak, Mat Oleng akhirnya tidak berani. Oleh F, Mat Oleng disuruh minta bantuan pasangan kumpul kebonya, Lukitaningsih (37) warga RT 04 RW 02 Desa Cemengkalang Kec. Sidoarjo.

Barang tersebut akhirnya diambil oleh Lukitaningsih dan dibawa pulang. Saat berada di rumah, Lukitaningsih dan Mat Oleng mencubit sebagian barang untuk dinikmati berdua. Saat menikmati barang haram tersebut, ibu satu anak penjual nasi dan pekerja serabutan itu diringkus oleh Unit Reskrim Polsek Gedangan.

"Kedua pelaku kami amankan beserta barang bukti sabu-sabu sebanyak 2,43 gram yang terbagi dalam 1 poket sabu seberat  0,87 gram, 1 poket sabu seberat 0,59 gram, 1 poket sabu seberat 0, 33 gram dan 1 poket sabu lainnya dengan berat 0,33 gram," kata Kapolsek Gedangan Kompol H. Sutrisno Kamis (14/9/2017).

Dia menambahkan, setelah dua pelaku tertangkap, pengembangan baran dijual oleh keduanya kepada Dedik Imam Sudomo alias Pedet (36) tukang bangunan asal Dusun Pendem Desa Keboan Anom RT 003 RW 001 Kec. Gedangan.

Dari tangan pria yang ditangkap saat berada di warung kopi Desa Ganting Kec. Gedangan itu, petugas berhasil menyita  empat poket sabu-sabu, masing-masing mempunyai berat 0,22 gram, 0,21 gram,  0,21 gram dan 1 poket sabu seberat 0,20 gram. "Total sabu-sabu yang kami amankan dari tangan tersangka Dedik, ada 0,84 gram," ungkapnya.

Masih kata mantan Kapolsek Tulangan itu, pengembangan kasus peredaran sabu akan dilakukan sampai ke jaringan lainnya. "Pengungkapan sabu atau perang terhadap sabu-sabu merupakan atensi Presiden RI," pungkas Sutrisno. [isa/but]

Komentar

?>