Senin, 20 Nopember 2017

Dalami Kasus Mahasiswa Penyedia Wanita Cantik

Polres Mojokerto Datangkan Tim IT Polda Jatim

Rabu, 13 September 2017 23:26:17 WIB
Reporter : Misti P.
Polres Mojokerto Datangkan Tim IT Polda Jatim

Mojokerto (beritajatim.com) - Polres Mojokerto terus mendalami kasus Taufan Al Meizar (22) warga Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto yang menyediakan jasa pemesanan wanita untuk hidung belang. Polres mendatangkan tim Informasi Teknologi (IT) dari Polda Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait penangkapan mahasiswa salah satu universtitas swasta di Malang tersebut. "Karena ada kemungkinan ini jaringan. Artinya, pelaku tidak beroperasi sendiri," ungkapnya, Rabu (13/9/2017).

Masih kata Kasat, karena pelaku memanfaatkan media sosial (medsos) dengan menyediakan wanita cantik untuk pria hidung belang. Pihaknya menduga pelaku memiliki jaringan dan peran yang sama dengan pelaku lain, bahkan terindikasi ada jaringan di atasnya. Nah, untuk mengungkap itu, pihaknya mendatangkan tim IT dari Polda Jawa Timur.

"Dengan harapan dapat mendeteksi data dari dua handphone milik pelaku, baik itu me-recovey atau mengembalikan data yang sengaja dihapus. Baik dalam bentuk percakapan atau berhubungan dengan gambar dan foto. Dengan deteksi tim IT itu, kami pastikan kebuka semuanya. Malam ini baru bisa datang," katanya.

Dari situ, tegas Kasat, penyidik dapat mengetahui secara pasti sejak kapan bisnis haram tersebut dijalankan mahasiswa semester akhir tersebut. Mulai dari siapa yang pernah membooking, wanita siapa saja yang menjadi anak buah pelaku dan sejak kapan bisnis tersebut dijalankan pelaku.

"Memang pelaku mengaku baru menjalankan bisnis tersebut akhir Agustus, tapi kita akan tahu dari data yang ada di handphone milik pelaku. Saat ini, semua tempat menjadi perhatian kami karena keberadaan hotel dan vila yang menyediakan kamar untuk mengarah ke hal tidak positif. Seperti, di tempat wisata Pacet dan Trawas," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata menambahkan, pihaknya sudah meminta agar anggotanya dapat mengusut tuntas kasus tersebut. "Yang jelas, kami akan serius mengusut ini. Tapi kami harus hati-hati karena bisnis ini sistem mata rantai yang tak pernah putus," tegasnya. [tin/suf]

Komentar

?>