Senin, 20 Nopember 2017

Motif Pembunuhan Istri Polisi, Pelaku Terjerat Utang Rp 20 Juta

Minggu, 10 September 2017 12:08:32 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Motif Pembunuhan Istri Polisi, Pelaku Terjerat Utang Rp 20 Juta

Jombang (beritajatim.com) - Akibat terjerat utang, Muhamad Sokib atau MS (29), warga Dusun Sumberdadi, Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, menjadi gelap mata.

Dia nekad merampok dan membunuh istri polisi, Sri Handayani (52), warga Desa/Kecamatan Bareng.

"Kasus ini perampokan murni. Motifnya, pelaku terjerat utang di salah satu bank. Nah, utang tersebut sudah waktunya mengembalikan. Karena tidak memiliki uang, pelaku akhirnya merampok ruko milik korban," ujar Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, Minggu (10/9/2017), saat merilis kasus tersebut.

Namun ironis, uang hasil rampokan sebesar Rp 310 justru tercecer di lokasi kejadian. Hal itu bukan disengaja, namun karena pelaku bingung dan kecapekan.

Pertama, uang sebesar Rp120 juta tercecer di area persawahan yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi kejadian. Kemudian tertinggal di sebuah gubuk di Dusun Banjarsari, Desa/Kecamatan Bareng, sebesar Rp160 juta.

"Pelaku sempat istirahat di rumah kosong Dusun Banjarsari. Namun ketahuan warga. Saat meninggalkan rumah kosong tersebut uang hasik rampokannya tertinggal sebesar Rp 160 juta," ujar Kapolres sembari memperlihatkan uang yang diwadahi plastik besar sebagai barang bukti.

Sebelumnya, warga Desa/Kecamatan Bareng digegerkan dengan penemuan mayat seorang wanita bernama Sri Handayani di toko miliknya, Rabu (30/8/2017) dini hari.

Korban tewas tertelungkup dengan sejumlah luka. Perutnya luka tusukan gunting, kepalanya memar akibat benturan benda tumpul, serta pada bagian kaki terjerat kabel. Sri adalah istri Aiptu Sunaryo, anggota Polsek Bareng yang pensiun September ini. [suf/ted]

Komentar

?>