Rabu, 23 Agustus 2017

Ada Sabu di Nasi Bungkus, Polsekta Sidoarjo Diminta Tangkap Joko Pentil

Sabtu, 12 Agustus 2017 18:07:54 WIB
Reporter : M. Ismail
Ada Sabu di Nasi Bungkus, Polsekta Sidoarjo Diminta Tangkap Joko Pentil

Sidoarjo (beritajatim.com) - Indra Bayu kuasa hukum dari Farid Hilmi (37) mendesak petugas Polsekta Sidoarjo segera membekuk Joko Pentil. Pasalnya, Joko merupakan orang yang menitip nasi bungkus berisi sabu-sabu (SS) ke Lapas Kelas ll A Delta Sidoarjo.

Nasi tesebut dititipkan kepada Farid ketika hendak membesuk keponakannya yang bernama Ahmad Rofiq di Lapas tersebut. Indra Bayu masih keberatan lantaran kliennya merasa tak memiliki barang haram itu. Kliennya hanya dititipi nasi bungkus saat hendak mengirim makanan ke keponakannya.

"Waktu itu klien saya pulang dari bengkel dan akan ke Lapas. Tapi saat akan berangkat, Farid ketemu Joko. Saat itulah Joko menitipkan nasi bungkus tersebut untuk diberikan kepada Rofiq," kata Indra, Sabtu (12/8/2017).

Indra menambahkan, sejatinya hubungan antara Farid dengan Joko tak seberapa dekat. Namun, Joko diketahui mempunyai hubungan baik dengan Rofiq. Sedangkan AR merupakan salah satu keponakan kliennya.

"Farid dan Rofiq ini masih ada hubungan keluarga. Makanya klien saya mau ngirim ke Lapas. Sebelumnya Farid juga pernah mengirim nasi. Tapi tidak ada barang haram itu. Bisa jadi klien saya dijebak sama Joko," tukas Indra.

Untuk menguatkan itu, saat ini Joko sudah tidak pernah kelihatan berada di rumahnya di Desa Sidokumpul, Kecamatan Kota Sidoarjo. Pihaknya meminta agar pihak kepolisian bisa mencari pelaku yang sebenarnya. "Kami harap pihak aparat kepolisian bisa menangkap Joko," pintanya.

Sementara itu, dalam pemeriksaan Farid di Polsek Kota Sidoarjo, dirinya bersikukuh bahwa sabu seberat 1,04 gram tersebut bukan miliknya. "Mboten ngerti pak, kulo cuma diparingi sego kaleh Joko gawe cacak. Si Ahmad Rofiq niki kan dulur kulo, mosok kilo mboten puron. Dadi wes biasa kulo ngirim sego niku. (Saya tidak tahu kalau dalam nasi bungkus ada sabunya. Titip nasi saja masak saya tidak mau. Saya biasa mengirim nasi ke kakak dan tidak pernah ada sabunya)," kata Rofiq saat diperiksa penyidik Polsek Kota Sidoarjo.

Sebelum dimasukkan ke balik jeruji Lapas Mapolsekta Sidoarjo, Farid jug berkata dan meminta tolong kepada wartawan untuk memberitakan yang sebenarnya.

"Sabu dalam nasi itu bukan milik saya. Nasi itu titipannya Joko teman akrap Rofiq. Dan saya juga tidak kenal baik sama Joko. Karena dititipi nasi buat kakak, saya juga tidak curiga," kata Farid. [isa/suf]

Komentar

?>