Jum'at, 22 September 2017

Prostitusi Terselubung di Kediri

Remaja Pare 6 Kali Jual Pacar, Tarif Sekali Kencan Rp 600 Ribu

Senin, 07 Agustus 2017 15:52:06 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Remaja Pare 6 Kali Jual Pacar, Tarif Sekali Kencan Rp 600 Ribu

Kediri (beritajatim.com) - Petualangan NA (23) berakhir. Pemuda dari Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini diringkus petugas dari Satreskrim Polresta Kediri karena terlibat dalam kasus prostitusi anak di bawah umur. Ironisnya, dia berperan sebagai mucikari yang tega menjual pacarnya sendiri kepada para pria hidung belang.

Lalu apa motivasi pemuda bertubuh kurus ini? Ketika diwawancarai NA mengaku, ide awal untuk 'menjual' sang pacar LD (15) bukan dari dirinya. Melainkan gadis asal Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri itu sendiri yang memintanya.

"Saya hanya menolong dia (LD) karena kesulitan ekonomi," aku NA disela gelar perkara di Polresta Kediri. Pres rilis kasus ini dipimpin Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi. Empat tersangka dihadirkan yaitu, NA dan tiga kawannya masing-masing MH, pemilik rumah kos, NO sebagai perantara yang mencarikan tempat kos dan SA, pelanggannya.

NA mengaku, sudah enam kali memperdagangkan pacarnya sendiri. Salah satu pelanggannya adalah SA (36) pemuda asal Kabupaten Nganjuk. Tawaran jasa layanan seks anak di bawah umur ini melalui media sosial. Pelaku mengunggah foto telanjang korban dan memberi keterangan bisa diorder.

Setelah ada kesepakatan antara pelaku dan pemesan, akhirnya diarahkan untuk 'mencicipi' tubuh mungil korban di rumah kos MH (41). Lokasi tempat kos ini ada di Jalan Agus Salim, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Adapun perantara yang menunjukkan tempat kos itu adalah MO (19) warga Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Pemilik kos mematok tarif harian untuk satu jamnya Rp 50 ribu. Sedangkan untuk tarif sekali kencan seharga Rp 600 ribu. Uang tersebut ditransfer ke nomor rekening NA, sang mucikari.

"Kegiatan ini sejak bulan April 2017 lalu. Terhitung sudah enam kali," ungkap NA. Kepada wartawan, dia membantah disebut sebagai mucikari. Sebab, uang dari pelanggan yang dikirim melalui rekeningnya diserahkan kepada sang pacar. "Motivasi saya semata-mata untuk membantu perekonomiannya dia," tambah NA.

Dari enam kali kencan, tiga diantaranya dilakukan oleh SA (36) asal Nganjuk. Pria 'Kota Angin' ini tergiur dengan korban, setelah melihat pose telanjangnya di medsos. Dia pun seakan ketagihan setelah hingga mengulanginya sebanyak tiga kali.

Terpisah, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus prostitusi online anak di bawah umur ini. Dugaanya, ada korban dan pelaku lainnya dalam kasus ini. Mengingat dari buku-buku tamu rumah kos milik MH, tercatat nama nama pengunjung, dan kebanyakan datang harian.

"Untuk medsos yang dipakai pelaku belum dapat kita sampaikan hari ini. Sebab, nanti justru menutup yang lainnya. Sabar saja, kami masih mengembangkan kasus ini. Dan yang perlu kita perhatian adalah rumah kos harian ini. Perlu kita evaluasi bersama," pungkasnya. [nng/but]

Komentar

?>