Minggu, 24 September 2017

Ahli Pidana Korporasi Perkuat Perbuatan Pidana Terdakwa Edi

Senin, 17 Juli 2017 18:17:34 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Ahli Pidana Korporasi Perkuat Perbuatan Pidana Terdakwa Edi

Surabaya (beritajatim.com) - Sidang perkara penipuan dengan modus cek kosong senilai Rp 1,5 milyar kembali dilanjutkan, Senin (17/7/2017). Sidang yang dipimpin hakim Dedy Fardiman ini mendatangkan ahli hukum pidana korupsi, TPPU dan Koorporasi yakni Iqbal Felisiano.

Dalam keterangannya Iqbal yang juga dosen Unair ini menceritakan apa itu tentang cek kosong dan apakah cek kosong bisa dikategorikan sebagai tindak pidana.

Menurut Iqbal, berdasarkan surat edaran BI no 2 tahub 2010, pengertian cek kosong karena kurang dana dan cek kosong dikatakan sebagai tindak pidana apabila saat cek tersebut dibuat rekening yang dituju saldonya tidak mencukupi.

"Dan orang yang menerima cek kosong itu tidak mengetahui jika saldonya tidak mencukupi," ujar Iqbal.

Terkait pasal 378 jika dikaitkan dengan cek kosong?  Ahli menjawab ada beberapa unsur yang harus dipenuhi jika dikategorikan sebagau tindak pidana.

Dalam persidangan ini, ahli juga dimintai pendapat tentang jaminan dan tipu muslihat. Dihadapan majelis hakim, ahli menjelaskan panjang lebar tentang pengertian dan tipu muslihat.

Untuk tipu muslihat, hal itu bisa dikatakan sebagai tipu muslihat apabila kedua belah pihak, baik debitur maupun kreditur tidak saling mengetahui.

"Jadi intinya harus tahu sama tahu," ujar ahli.

Ahli di persidangan juga ditanya, apakah dalam mengeluarkan cek yang jumlahya lebih dari 10 kali, apakah si pembuat cek harus menyiapkan dananya itu cukup satu kali ato tetap berulang kali?

Ahli kemudian menjawab, yang harus dilakukan adalah menyiapkan dananya hingga nantinya dana itu harus bisa ditarik oleh orang yang diberi cek dan yang terpenting adalah dana di dalam rekening tersebut antara si pemberi ato penerbit cek dengan si penerima cek harus tahu sama tau.

Ahli kmdn ditanya tentang tipu musligat jika ditinjau dari terminologi, apakah tipu muslihat itu harus berupa tindakan atau berupa pernyataan? Ahli menjawab berupa tindakan.

Tipu musligat akan dikatakan sebagai pidana apabila ada serangkaian kebohongan yang dilakukan berulang-ulang.

Saksi kemudian ditanya, apakah penipuan dan penggelapan masuk dalam delik aduan? Saksi menjawab tidak. [uci/but]

Komentar

?>