Senin, 25 September 2017

Pengguna Narkoba Turun Drastis

Senin, 17 Juli 2017 16:27:01 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Pengguna Narkoba Turun Drastis

Gresik (beritajatim.com) - Prevalensi pengguna narkoba mengalami penurunan yang sangat drastis. Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bekerjasama dengan Lembaga Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (LPPK UI).

Sebelumnya, secara nasional pengguna narkoba mencapai 2,2 persen dari total penduduk di tanah air. Dari jumlah itu, saat ini turun menjadi  5,7 juta.

Penurunan penyalahgunaan narkoba tersebut juga berimbas di Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, dari sekitar 39 juta jumlah penduduk Provinsi Jawa Timur hanya 900 ribu yang positif menyalahi penggunaan narkoba. Sehingga, Jawa Timur menempati urutan kesembilan dari 35 provinsi di tanah air.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jatim, AKBP Ria Damayanti mengatakan, untuk  mengurangi dan mencegah penyalahgunaan narkoba. Ada dua strategi, yakni meminimalisir demand reduction, dan supply reduction.

"Yang dimaksud demand reduction yakni mencegah penggunaan narkoba seminimal mungkin. Sedangkan supply reduction memberantas jaringan peredaran narkoba serta memiskinkan bandar narkoba. Dua strategi ini sangat ampuh memimimalisir penggunaan narkoba di kalangan masyarakat," ujarnya di sela-sela Gebyar Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017 di Gresik, Senin (17/07/2017).

Menurutnya, untuk memberantas penyalahgunaan narkoba bukan hanya tugas BNN saja yang dilibatkan. Namun, peran serta masyarakat harus dilibatkan agar peredaran narkoba bisa dimatikan.

"Peran serta masyarakat juga sangat efektif mematikan peredaran narkoba," paparnya.

Sementara, Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Agustianto menyatakan tujuan kegiatan Gebyar HANI 2017 untuk menurunkan prevalensi di Jawa Timur. Khususnya, di wilayah Kabupaten Gresik.

"Melalui kegiatan ini minimal masyarakat yang dilibatkan mencegah, dan menutup peredaran penyalahgunaan narkoba," tuturnya.

Ia menambahkan, dari tahun ke tahun di wilayah Gresik serta Provinsi Jawa Timur prevalensi penyalahgunaan narkoba terus menurun.

Berdasarkan catatan BNN Kabupaten Gresik selama dua tahun terakhir sejak tahun 2015 hingga April 2017. BNN Kabupaten Gresik telah melakukan rehabilitasi pecandu narkoba sebanyak 424 orang. Adapun rinciannya, tahun 2015 ada 380 orang, tahun 2016 ada 36 orang, dan April 2017 ada 8 orang.

"Kami menghimbau kepada orang tua yang memiliki anak kecanduan narkoba tidak takut melaporkan ke BNN Gresik. Sebab, pecandu narkoba bisa direhabilitasi sampai sembuh asal ada peran dukungan dari kedua orang tua," tambahnya.

Wabup Gresik, M.Qosim mengaku mengapresiasi kegiatan Gebyar HANI 2017 yang diikuti ratusan pelajar SMP serta SMA sederajad serta forum pimpinan daerah (Forpimda). Tanpa dukungan semua pihak, tidak mungkin narkoba bisa diberantas.

"Peredaran narkoba harus diberantas karena dampaknya sangat berbahaya bagi generasi muda," tandasnya. [dny/ted]

Tag : narkoba jatim

Komentar

?>