Senin, 20 Nopember 2017

Sipir Lapas Porong Ditembak

Minggu, 16 Juli 2017 16:09:07 WIB
Reporter : M. Ismail
Sipir Lapas Porong Ditembak
Kaki oknum sipir lapas Porong mendapatkan perawatan dokter.

Sidoarjo (beritajatim.com) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, terpaksa melumpuhkan kaki kanan AR, oknum sipir Lapas Kelas l Surabaya di Porong yang terlibat dalam peredaran Narkoba di Lapas Porong.

"Kami terpaksa mengeluarkan tembakan pelumpuhan karena pelaku melawan dan berusaha kabur saat ditangkap di RSUD Sidoarjo Sabtu malam," kata Kabid Penindakan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra SH MH kepada wartawan, Minggu (16/7/2017).

Wisnu mengungkapkan, penangkapan pelaku berawal, oknum yang piket malam, mengantarkan tahanan ke RSUD Sidoarjo. Dari dalam RSUD, AR tiba-tiba keluar dan ditemui sesorang. Seseorang itu terlihat memberikan sesuatu kepada AR

"Usai ketemuan itu, pelaku langsung kami tangkap. Dari tubuh pelaku, petugas menemukan bungkusan plastik yang berisi sabu seberat 20 gram. Untuk pelaku lain masih dalam pengembangan," jelasnya.

Gerak-gerak pelaku, lanjut dia, sudah lama dikantongi pelaku. AR sudah lama menjadi target operasi karena diduga kuat terlibat peredaran narkoba di Lapas Porong. "Kini pelaku tidak bisa mengelak lagi," tukasnya.

Dari hasil penyidikan, AR mengaku baru enam bulan menjalani bisnis gelap menyelundupkan Narkoba di Lapas Porong. Ia dikendalikan oleh seorang Narapidana kasus Narkotika bernama Andro dari dalam lapas. Dari tiap kiriman, AR dibayar Rp 1-3 juta  atas jasa haramnya itu.

Masih kata Wisnu, peran oknum Sipir di dalam lapas tersebut sangat vital, sebab ia yang mengatur barang dapat masuk secara bebas ke dalam lapas. Untuk kasus ini, pola komunikasinya sederhana. Andro ini telepon ke AR kalau akan ada orangnya yang menunggu disekitar lapas.

"Dari situlah AR diminta ambil barang untuk dimasukkan ke dalam lapas," terang anggota Organik Bareskrim Mabes Polri ini.

Dalam kasus ini, oknum Sipir itu akan dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara itu BNNP Jatim masih terus mendalami dan mengembangkan kasus Narkotika yang melibatkan oknum Sipir Lapas Kelas I Surabaya di Porong itu.

Sedangkan untuk Andro yang merupakan seorang Napi yang mengendalikan oknum Sipir tersebut, pihak BNNP Jatim akan bekerja sama dengan Kemenkumham Kanwil Jatim untuk melakukan pendalaman. [isa/but]

Komentar

?>