Sabtu, 21 April 2018

Sekwan DPRD Kota Mojokerto Diperiksa 10 Jam, Ini Pertanyaan KPK

Jum'at, 14 Juli 2017 18:44:51 WIB
Reporter : Misti P.
Sekwan DPRD Kota Mojokerto Diperiksa 10 Jam, Ini Pertanyaan KPK
Mokhmad Effendy Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) - Sekretaris Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto orang yang terakhir jalani pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selama kurang lebih 10 jam, Mokhmad Effendy ditanya tentang empat hal soal penggalian anggaran proyek pembangunan Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS).

Effendy turun terakhir dari ruang pemeriksaan tim penyidik KPK yang berada di aula lantai II Mapolres Mojokerto Kota.

Di hadapan para awak media, Effendy menjelaskan terkait pemeriksaan dirinya yang dilakukan tim penyidik KPK. "Hal yang lain dengan kelengkapan untuk tiga pimpinan yang kurang," ungkapnya, Jum'at (14/7/2017).

Yakni rekaman rapat hearing antara pimpinan dewan bersama Komisi III dan dinas terkait pada tanggal 16 Juni malam lalu, surat keputusan gubenur tentang pengangkatan pimpinan, surat keputusan gubenur tentang pengangkatan semua pimpinan dan gaji tiga pimpinan dewan.

"Ditambah gaji tiga pimpinan, saya berikan semua termasuk daftar gaji 22 anggota dewan lainnya. Tidak ada hal lain, hanya itu. Tidak banyak pertanyaan, hanya itu. Kaitan dengan OTT pasti ditanya tapi tentang penggalian PENS, kita tidak tahu sama sekali. Empat hal itu yang saya sampaikan," pungkasnya.

Usai Effendy turun dari ruang pemeriksaan, puluhan anggota tim penyidik KPK turun. Ini merupakan pemeriksaan hari terakhir yang dilakukan tim penyidik KPK terkait kasus OTT penggalian anggaran proyek pembangunan PENS yang menyeret Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan tiga pimpinan dewan.[tin/ted]

Komentar

?>