Kamis, 18 Oktober 2018

Diperiksa KPK, Salah Satu Anggota Dewan Terima SMS Ancaman

Jum'at, 14 Juli 2017 15:24:52 WIB
Reporter : Misti P.
Diperiksa KPK, Salah Satu Anggota Dewan Terima SMS Ancaman

Mojokerto (beritajatim.com) - Salah satu anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto menerima pesan singkat berupa ancaman. Short Message Service (SMS) tersebut diterima dua kali pasca ia diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anggota DPRD Kota Mojokerto yang mendapatkan SMS ancaman tersebut yakni Dwi Edwin Endra Praja. Politisi Partai Gerindra tersebut mendapatkan SMS selama dua kali pasca diperiksa tim penyidik KPK, Rabu (12/7/2017) kemarin. SMS tersebut mulai terima Kamis (13/7/2017) kemarin.

"Dapat SMS, tanya 'Bagaimana?' Kemarin jam 13.06 WIB. Kemudian ini tadi jam 12.38 WIB, isinya 'Ya sdh, kalo tdk ada respon, siap2 saja akan ada tsk lain nantinya tks,'. Dari nomor 085867104497. Nada ancaman, mesti orang minta duit," ungkapnya, Jum'at (14/7/2017).

Menurutnya, ia sudah konfirmasi ke tim penyidik KPK terkait SMS tersebut. Namun tim penyidik KPK menyampaikan tidak ada kaitannya dengan SMS tersebut, tim penyidik KPK meminta tolong agar menyampaikan ke anggota dewan lainnya jika mendapat SMS seperti, tidak ada kaitanya dengan KPK.

"Sudah saya konfirmasi ke KPK. Jadi KPK tidak ada kaitan seperti ini, KPK bekerja lurus. KPK meminta tolong menyampaikan ke anggota dewan lainnya. Jika dapat SMS seperti ini bukan dari KPK. Saya sudah coba telepon balik tidak diangkat, di depan penyidik KPK juga diminta telepon nomor itu tapi tidak diangkat," ujarnya.

Meski mengaku mendapat SMS ancaman, namun ia tak berniat melaporkan ke pihak kepolisian. Menurutnya, ia akan membiarkan SMS yang dinilai dilakukan oleh orang usil untuk memeras dirinya pasca kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim penyidik KPK. "Bisa jadi ungsur pemerasaan, tidak dilaporkan. Biarkan saja, namanya orang usil. Kita ikhlasin sajalah, biar," pungkasnya.[tin/kun]

Komentar

?>