Rabu, 21 Nopember 2018

Giliran Eksekutif Pemkot Mojokerto Diperiksa KPK

Jum'at, 14 Juli 2017 14:08:00 WIB
Reporter : Misti P.
Giliran Eksekutif Pemkot Mojokerto Diperiksa KPK

Mojokerto (beritajatim.com) - Sedikitnya, sembilan orang diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang pemeriksaan aula lantai II Mapolres Mojokerto Kota, Jum'at (14/7/2017). Baik eksekutif maupun sekretariatan Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto.

Sejumlah eksekutif dan sekwan Kota Mojokerto, Mokhamad Effendy. Selain Effendy, ada empat lainnya yang diperiksa tim penyidik KPK. Yakni, dua ajudan DPRD Haris Wahyudi dan Puguh dan Kabid Perbendaharaan BPPKA, Riyanto, selaku perantara uang Hanib.

Serta pengusaha Urip Supangkat yang sebelumnya datang pada Rabu (12/7/2017). Disusul tiga eksekutif yang datang bersamaan. Kepala BPPKA, Agung Moelyono, Kepala Disnakertrans, Hariyanto dan Kepala Inspektorat, Akhanan.

Ajudan Ketua DPRD Kota Mojokerto, Haris Wahyudi mengatakan, kedatangannya terkait melengkapi kekurangan proses pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik KPK. "Intinya hampir sama yang lain. Diluar pengetahuan saya soal uang," ungkapnya.

Haris menambahkan, jika tim penyidik KPK hanya menanyakan kronologi penangkapan tiga pimpinan DPRD dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Menurutnya, penangkapan keempatnya dilakukan setelah rapat hearing penggalian anggaran proyek pembangunan Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS).

"Seperti biasa, saya siapkan kertas kemudian saya tinggal karana tidak etis saya ikut rapat. Untuk penangkapan, di depan rumah PAN, saya di dalam mobil. Pak Pur masuk, katanya pulang. Tapi tiba-tiba di tangkap, saya tidak tahu karena saya di dalam mobil," jelasnya. [tin/but]

Komentar

?>