Kamis, 27 Juli 2017

Anggota DPRD Kota Mojokerto Akui Terima Rp15 juta dari Pimpinan Dewan

Rabu, 12 Juli 2017 13:27:46 WIB
Reporter : Misti P.
Anggota DPRD Kota Mojokerto Akui Terima Rp15 juta dari Pimpinan Dewan

Mojokerto (beritajatim.com) - Selain mengaku tak tahu tentang rencana penggalian dana proyek pembangunan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), salah satu anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto, Dwi Edwin Endra Praja mengaku tidak ada jatah triwulan yang diterima anggota dewan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

"Triwulan, berarti setiap tiga bulan. Semua anggota tidak ada menerima. Jika bulanan pun, kita tidak kontrak rumah seperti saat ini. Ada dari pimpinan, katanya ada katanya rejeki. Saya yang terima Rp15 juta," ungkapnya sebelum masuk ke ruang pemeriksaan di aula lantai II Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (12/7/2017).

Masih kata, politisi partai Gerindra ini, uang sebesar Rp15 juta tersebut diterima pada bulan puasa sebelum kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Menurutnya, uang sebesar Rp15 juta tersebut untuk tiga anggota dewan dari partai Gerindra.

"Yang memberikan Pak Pur (Ketua DPRD Kota Mojokerto, red), katanya ini ada rejeki. Saya tidak tanya, tidak etis. Masak bapak kasih uang, anaknya nanya ini uang dari mana? Dan baru kali ini, dikasih uang. Tidak tahu dari mana sumber uangnya tapi dari pimpinan. Dikasih di kantor," katanya.

Menurutnya, semua anggota DPRD Kota Mojokerto menerima saat itu dengan nilai rata-rata Rp5 juta. Edwin menambahkan, pimpinan DPRD Kota Mojokerto mendapatkan uang lebih, namun tidak tahu berapa jumlah dan anggaran berasal dari mana. [tin/but]

Komentar

?>