Kamis, 29 Juni 2017

Pulang Kampung, Hidayatulloh Berlebaran di Penjara

Selasa, 20 Juni 2017 00:49:29 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Pulang Kampung, Hidayatulloh Berlebaran di Penjara
M Hidayatulloh (kiri) usai digerebek polisi di kamarnya

Jombang (beritajatim.com) - Niat M Hidayatulloh alias Dayat (38) bisa berlebaran di kampung halaman Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang, pupus sudah. Alih-alih bisa silaturahmi dengan tetangga, pria yang bekerja sebagai sopir truk di Yogyakarta itu justru merayakan Idul Fitri di penjara.

Itu setelah Dayat diciduk polisi karena tertangkap basah sedang pesta sabu-sabu (SS) di kamar rumahnya. Dari catatan kepolisian, pelaku memang bukan nama baru di dunia hitam. Dia merupakan DPO (daftar pencarian orang) kasus narkoba sejak 2015. Nah, saat pulang kampung itulah, korps berseragam cokelat membekuknya.

"Pelaku kita tangkap Minggu malam kemarin usai pesta sabu di kamar. Kita mendapatkan kabar bahwa yang bersangkutan sedang pulang kampung. Kemudian kita awasi dan kemudian kita tangkap," ujar Kasat Narkoba Polres Jombang AKP Hasran, Selasa (20/6/2017).

Hasran menjelaskan, Dayat pernah mendekam selama delapan bulan di penjara Yogyakarta dalam kasus serupa. Namun ironis, pengapnya ruangan penjara ternyata tak membuat pelaku jera. Dia kembali mengulangi kasus yang sama. Bahkan pria yang bekerja sebagai sopir ini sudah ditetapkan sebagai DPO.

Hasran melanjutkan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan pulang kampung untuk berlebaran. Selain itu juga mendapatkan kabar bahwa Dayat kerap melakukan pesta sabu di rumahnya. Tak ingin membuang kesempatan, petugas melakukan pengintaian. Ketika data valid, penggerebekan pun dilakukan. "Pelaku kita tangkap usai pesta sabu di rumahnya," ujar Hasran.

Selain menangkap Dayat, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, alat hisap atau bong, pipet kaca berisi sisa sabu, empat buah korek api, serta empat buah potongan sedotan plastik. "Kemudian dua unit HP juga kita sita dari tangan tersangka," sambungnya.

Atas perbuatannya, warga Desa Mojotrisno ini dijerat pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf (a)  UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Tersangka langsung kita tahan. Selain itu kita juga mengembangkan lagi kasus ini," pungkas Hasran. [suf]

Komentar

?>