Rabu, 18 Oktober 2017

Kasus Penyerobotan Lahan PTPN XII Mandek, Ada Apa?

Senin, 19 Juni 2017 23:15:31 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Kasus Penyerobotan Lahan PTPN XII Mandek, Ada Apa?
Lahan tebu yang menjadi obyek sengketa

Malang (beritajatim.com) - Kasus dugaan penyerobotan lahan milik PTPN XII Pancursari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, oleh Kades Tegalrejo Ari Ismanto, terkesan jalan ditempat.

Hal ini pun menjadi pertanyaan Manager PTPN XII Kebun Pancursari, Hendrianto. Menurutnya, dugaan penyerobotan lahan seluas 177,03 hektar milik PTPN XII Kebun Pancursari, sudah dilaporkan ke Polres Malang sejak 3 Agustus 2016.

Itu tertuang dalam STPL nomor:261/VIII/2016/Jatim/Res Mlg tanggal 3 Agustus 2016 dengan acuan perkara "setiap orang tidak sah mengerjakan, menggunakan, menduduki atau menguasai lahan perkebunan sesuai pasal 107UU.No.39 tahun 2014.

Namun lanjutan laporan terkesan mandek alias jalan ditempat dengan terlapor Ari Ismanto selaku Kepala Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Dimana kasus itu bermula dengan Kerjasama Usaha (KSU) dengan ketentuan hanya seluas 10 hektar saja.Tanpa melalui jalan musyawarah, tiba-tiba melebar hingga 177,03 ha.

"Sebelum dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, Ari (Kades Tegalrejo) berkomitmen bayar ganti rugi sesuai kerugian yang diderita PTPN sebesar Rp1,3 miliar. Pernyataan tertuang dihadapan notaris Herman Soesilo SH dengan nomor 109 tanggal 22 November2016," ungkap Hendrianto, Senin (19/6/2017).

Kata dia, saat itu Ari mengakui perbuatannya dan melanggar hukum, serta sanggup mengembalikan areal Hak Guna Usaha (HGU) seluas 177,03 hektar selambat-lambatnya tanggal 30 April 2017.

Apabila pernyataan tersebut tak dapat dipenuhi, dia juga siap diproses sesuai jalur hukum. "Namun hingga lewat batas waktu yang disepakati, Ari tidak juga merealisasikan komitmennya. Selanjutnya pada 13 Juni lalu, kami sudah bersurat kepada Kapolres Malang Surat nomor:PSR /X/224/2017 dengan perihal pelaporan Ari Ismanto ini juga ditembuskan kepada Kapolda Jatim dan Direksi PTPN XII yang berisi laporan wanprestasi Ari Ismanto terhadap akta pernyataan dan permintaan proses hukum Ari Ismanto selaku Kades Tegalrejo," tuturnya.

Hendrianto menegaskan, PTPN XII Pancursari berharap saudara Ari Ismanto segera menyelesaikan semua tanggung jawab yaitu bayar ongkos ganti rugi PTP sebesar Rp1,3 miliar. Namun sampai hari ini, belum ada tindak lanjut apapun dari aparat Kepisian. Sehingga, ada kesan bahwa atas kasus penyerobotan lahan ini jalan di tempat.

Seperti diketahui, pengelolaan lahan milik PTPN XII Kebun Pancursari sesuai HGU No.2/Tegalrejo dengan SK 17/HGU/KEM ATR/BPN/2015 tanggal 14 April 2015 dan telah diterbitkan sertifikat perpanjangan jangka waktu HGU nya oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Malang tanggal 9 Juni 2015 dengan masa perpanjangan hingga tahun 31 Desember 2037. 

Perpanjangan tersebut dalam upaya meningkatkan nilai aset, atas seizin Direksi Kebun Pancursari memberi kesempatan kepada mitra atau warga yang berbadan hukum untuk menjalin Kerjasama Usaha (KSU) di beberapa areal tunggu dengan dasar peraturan Menteri Badan Usaha MilikNegara nomor: PER-13/MBU/09/2014 tanggal 10 September 2014 perihal Pedoman Pendayagunaan Aset Tetap BUMN.

Selama 2014 hingga 2017 Kebun Pancursari sudah bekerjasama dalam bentuk KSU dengan beberapa mitra. Salah satunya Ari ismanto. Dalam proses perjalanan bermitra awalnya lancar. Namun menginjak 2016, Ari mulai mulai tidak mematuhi aturan seperti yang tertuang dalam SK.

Dengan memanfaatkan jabatannya sebagai Kepala Desa, Ari Ismanto justru mengerahkan sebagian warganya untuk mengerjakan areal PTPN tanpa diikat perjanjian kerjasama dengan pihak pertama dan mengarah pada kegiatan melawan hukum berupa penyerobotan lahan. [yog/suf]

Tag : sengketa lahan

Komentar

?>