Kamis, 17 Agustus 2017

Terekam CCTV

Gudang Milik Pengusaha Korea Dirampok, Barang Seharga Rp 200 Juta Amblas

Sabtu, 10 Juni 2017 15:35:20 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Gudang Milik Pengusaha Korea Dirampok, Barang Seharga Rp 200 Juta Amblas
Rampok Gudang di Jombang terekam CCTV

Jombang (beritajatim.com) - Kasus perampokan terjadi di sebuah gudang pabrik tongkol jagung Desa Sembung, Kecamatan Perak, Jombang.

Sebuah mesin pengangkut atau fotklift yang ada di gudang dibawa kabur perampok berjumlah lima orang dengan mengendarai truk.

Kasus pencurian itu diketahui Jumat (9/6/2017) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu warga curiga karena pintu gerbang gudang terbuka lebar. Padahal biasanya gudang tersebut dibuka pada pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, warga memberitahu ke pemilik tentang kejanggalan itu.

"Setelah mendapatkan pengaduan dari warga, kami melakukan pengecekan. Nah, dari situ kita mengetahui bahwa gudang tersebut sudah diacak-acak rampok. Satu unit forklift merk Hyundai dibawa kabur," ujar Lindawati, salah satu karyawan pabrik milik pengusaha asal Korea itu, Sabtu (10/6/2017).

Pengecekan juga dilakikan lewat rekaman kamera pengintai atau CCTV. Para pelaku tidak menyadari ada dua kamera yang tersebunyi di sekitar gudang. Dalam rekaman itu, para pelaku yang diduga lebih dari 5 orang itu memasuki area gudang sembari membawa sebuah truk.

Sekitar 45 menit mereka beraksi memindahkan forklift dari gudang ke dalam bak truk. Setelah berhasil mengangkat forklift ke dalam truk, para pelaku meninggalkan lokasi. Sayangnya, rekaman itu gelap. Karena para pelaku mematikan lampu penerangan di sekitar gudang.

Praktis, nopol truk yang digunakan oleh komplotan perampok ini tidak bisa terbaca dengan jelas. Komplotan ini kemudian kabur menggukan truk yang berisi forklif milik pengusaha asal Korea, Kim Byung Sam (49).

Kapolsek Perak AKP Untung Sugiharto membenarkan adanya kejadian tersebut. Bahkan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. "Rekaman CCTV tersebut sedang kita pelajari. Selain itu kami juga melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti dan keterangan di lapangan," pungkas Untung. [suf/ted]

Komentar

?>