Jum'at, 22 September 2017

Pelanggaran Masih Tinggi, 5.718 Pengendara di Mojokerto Kena Tilang

Selasa, 23 Mei 2017 20:21:21 WIB
Reporter : Misti P.
Pelanggaran Masih Tinggi, 5.718 Pengendara di Mojokerto Kena Tilang

Mojokerto (beritajatim.com) - Sedikitnya 5.718 surat tilang terpaksa dikeluarkan petugas di Mojokerto dalam Operasih Patuh 2017 digelar selama dua pekan. Sebanyak 5.718 surat tilang tersebut dikeluarkan dua institusi kepolisian, sebanyak 3.451 surat tilang dikeluarkan Satlantas Polres Mojokerto, sedangkan 2.267 surat tilang dikeluarkan Satlantas Polres Mojokerto Kota.

Kasatantas Polres Mojokerto, AKP wikha Ardilestanto mengatakan, pihaknya mengakui jika kesadaran keselamatan berkendara di wilayah hukum Polres Mojokerto masih rendah. "Dari data yang ada, tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya dan pelanggaran tiap tahun terus mengalami peningkatan," ungkapnya, Selasa (23/5/2017).

Masih kata Kasat, setidaknya ada 3.451 pengendara yang ditindak dalam dua pekan terakhir ini. Angka itu jauh lebih tinggi di banding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3.000 pelanggar saja. Jenis pelanggarannya mulai dari tidak memakai helm, melawan arus, berboncengan lebih dari satu, menerabas marka jalan, lampu merah serta tidak mempunyai SIM dan tidak membawa STNK.

"Pelanggaran tidak punya SIM masih mendominasi dan disusul pelanggaran kedua yakni tidak pakai helm serta berbencengan lebih dari satu di posisi ketiga. Kita juga menilang kendaraan protolan, ada sebanyak 132 kendaraan yang kita tilang. Khusus untuk knalpot brong dan ban kecil, nanti akan kita musnahkan di akhir bulan," katanya.

Menurutnya, langkah tersebut diambil agar sejumlah suku cadang  yang tidak sesuai peruntukannya, tidak lagi digunakan untuk memodif kendarannya. Kepada beritajatim.com, Kasat menjelaskan jika semua pelanggaran yang sifatnya fatal dan rawan terjadi kecelakaan akan benar-benar ditindak. Apalagi sebelumnya sudah berkali-kali diingatkan.

"Pelanggaran tertinggi masih dilakukan para pengendara roda dua yakni sebanyak 2.553 kendaraan, disusul mobil barang sebanyak 391 kendaraan. Di posisi ketiga yakni mobil penumpang sebanyak 322 kendaraan, kemudian bus sebanyak 163 kendaraan dan kendaraan khusus seperti bentor dan odong-odong sebanyak 22 kendaraan," katanya.

Meski angka pelanggaran naik, namun angka kecelakaan justru mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Tahun ini, jelas Kasat, angka kecelakaan dalam Operasi Patuh tercatat hanya ada 16 kejadian kecelakaan dengan 20 korban baik luka ringan maupun berat dan satu korban meninggal. Sementara tahun lalu, ada 18 kasus kecelakaan dengan korban luka baik ringan maupun berat sebanyak 23 korban dan satu meninggal.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Donny Dwijo Romansa mengatakan, selama Operasi Patuh 2017 digelar, pihaknya menindak 2.267 kendaraan. "Dari jumlah tersebut, kendaraan roda dua menjadi pelanggar tertinggi yakni sebanyak 2.212 kendaraan. Truk di peringkat kedua yakni sebanyak 23 kendaraan, mobil pribadi di peringkat ketiga sebanyak 13 kendaraan," tuturnya.

Sementara di peringkat keempat pelanggar dalam Operasi Semeru 2017 yakni mobil barang yakni sebanyak tujuh kendaraan, disusul bus sebanyak enam kendaraan. Kemudian tronton sebanyak enam kendaraan dan terakhir yakni kendaraan penumpang sebanyak dua kendaraan. Pihaknya berharap, meski Operasi Patuh berakhir namun masyarakat pengguna jalan tetap mematuhi peraturan lalu-lintas.

"Khususnya bagi pengendara kendaraan roda dua agar memahami pentingnya arti keselamatan dalam berlalu-lintas. Lengkapi kelengkapan diri dan kelengkapan sebelum melakukan perjalanan dan jangan kebut-kebutan di jalan raya. Kami menindak karena kami peduli dengan keselamatan anda," tegasnya.[tin/kun]

Komentar

?>