Minggu, 24 September 2017

PT Garindo Gresik Timbun 116 Ribu Ton Garam, Digrebek

Jum'at, 19 Mei 2017 13:21:44 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
PT Garindo Gresik Timbun 116 Ribu Ton Garam, Digrebek

Gresik (beritajatim.com) - Menjelang bulan Ramadhan, Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menggerebek 116 ribu ton garam impor asal negara Australia. Penggerebekan itu dilakukan di gudang milik PT Garindo Sejahtera Abadi yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono 16 A Gresik, Jumat (19/05/2017).

Dalam penggerebekan itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Wagub Jatim Syaifulah Yusuf (Gus Ipul), Kasdam V Brawijaya Brigjen Agus Suhardi serta Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, pihaknya menemukan garam impor asal Australia yang semestinya untuk konsumsi industri ditimbun untuk dijual di pasaran.

"Ini barang yang masuk seharusnya buat konsumsi industri. Sebab, sesuai aturan kadar garam untuk konsumsi memiliki kadar NaCl yaitu 94 persen. Sedangkan kadar NaCl garam impor memiliki 97 persen," katanya.

Machfud Arifin menambahkan, gudang milik PT Garindo Sejahtera Abadi yang digerebek ini sudah cukup lama beroperasi. Namun, setelah ada laporan dan informasi dari masyarakat, pihaknya melakukan penyelidikan dan menemukan adanya garam impor yang dijual di pasaran.

"Semua pelakunya sudah kami tangkap dan segera kami lakukan penindakan hukum," tambahnya.

Sementara, Mentan Amran Sulaiman menuturkan, pemerintah berterima kasih kepada aparat keamanan dalam hal kepolisian, dan dibantu TNI melakukan sinergi yang luar biasa dalam rangka mengamankan stabilitas pangan menjelang Bulan Ramadhan, dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

"Ini sinergi yang luar biasa karena kita sudah menemukan adanya kartel garam di Gresik. Bisa dibayangkan sebelum ada penggerebekan ini, pemerintah telah mengamankan 4 pelaku terlibat kartel cabe. Selain cabe, juga mengamankan 3 pelaku yang terlibat kartel bawang. Sebentar lagi, kita melihat ada kartel minyak goreng. Inilah orang-orang yang membuat posisi pemerintah menjadi sulit," tuturnya.

Diakui Amran Sulaiman, seharusnya pemerintah memikirkan produksi dan stabilitas harga saat menjelang Bulan Ramadhan. Tapi, kenyataan di lapangan ada beberapa pelaku usaha yang sengaja melawan hukum demi hanya mencari keuntungan.

"Kalau ngomong soal bahan pokok, produksi kita cukup asal tidak ada pelaku usaha yang nakal," tuturnya.

Saat ditanya bentuk sanksi terhadap importir terdaftar (IT) yang sengaja melanggar aturan. Dijelaskan Amran Sulaiman, kementriannya merekomendasikan agar importir yang nakal izinnya dicabut.

"Kalau sudah seperti ini pasti izinnya dicabut meski PT Garindo Sejahtera Abadi sudah memiliki izin. Kami juga menyerukan pemerintah memerangi kartel agar masyarakat tidak semakin sengsara," paparnya.

Wagub Jatim Syaifulah Yusuf (Gus Ipul) yang ikut dalam rombongan menyatakan,
berterima kasih aparat kepolisan beserta TNI mulai mengungkap yang selama ini hanya kabar buruk.

"Kartel-kartel ini kan kabar buruk ternyata kita temukan, dan info dari Kapolda Jatim ada kartel minyak goreng di tempat lain. Tentu yang menjadi bahan perenungan terutama pelaku usaha tidak waktunya lagi mensengsarakan masyarakat dengan menimbun serta melanggar aturan," tandasnya. [dny/but]

Komentar

?>