Senin, 29 Mei 2017

Napi Narkoba di Lapas Mojokerto Lahirkan Bayi Laki-laki

Kamis, 18 Mei 2017 17:56:28 WIB
Reporter : Misti P.
Napi Narkoba di Lapas Mojokerto Lahirkan Bayi Laki-laki

Mojokerto (beritajatim.com) - Salah satu narapidana (napi) kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto, Astutik (40) melahirkan, Kamis (18/5/2017). Melalui operasi caesar warga Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini melahirkan bayi laki-laki melalui operasi caesar.

Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto, M Hanafi mengatakan, napi yang ditahan sejak bulan Februari lalu ini melahirkan di Rumah Sakit Islam (RSI) Hasanah, Kota Mojokerto. "Dia ditahan sudah dalam kondisi hamil 7 bulan dan menurut dokter, kondisi bayinya tidak memungkinkan melahirkan proses normal," ungkapnya.

Masih kata Hanafi, Astutik mulai merasakan sakit sejak Rabu (17/5/2017) siang dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis Lapas Klas IIB Mojokerto harus dirujuk. Setelah sempat dirujuk ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Astutik kemudian dirujuk ke RSI Hasanah.

"Proses kelahiran berjalan lancar dan dia melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Sekarang bayinya masih dirawat di RSI Hasanah bersama ibunya dengan pengamanan dari petugas Lapas. Kami minta ke RS, jika pemulihan agar tujuh hari supaya benar benar pulih saat kembali ke Lapas," katanya.

Hanafi menambahkan, bayi Astutik setelah dari RSI Sakinah, bisa dirawat di Lapas selama 2 tahun atau dirawat keluarganya dirumah. Namun karena bayi tersebut membutuhkan perawatan khusus ibunya setelah lahir, maka disarankan untuk dirawat di Lapas.

Astutik (40) merupakan warga Dusun Ketok, RT 3 RW 3, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Mojokerto yang ditangkap anggota Satreskoba Polres Mojokerto karena menjadi pengedar sabu. Dia ditangkap saat membawa dan mengantarkan satu poket sabu pada salah seorang temannya, Candra Aris (36).

Astutik mengantarkan sabu kepada warga Dusun Patung, RT 5 RW 2, Desa Pungging, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto di rumah kos Desa Randubango, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada bulan Februari lalu. Astutik divonis Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto hukuman 5 tahun penjara.[tin/kun]

Tag : narkoba lapas

Komentar

?>