Senin, 29 Mei 2017

7 Budak Narkoba Sidoarjo Dibekuk Polisi

Kamis, 18 Mei 2017 14:29:57 WIB
Reporter : M. Ismail
7 Budak Narkoba Sidoarjo Dibekuk Polisi

Sidoarjo (beritajatim.com) - Satresnarkoba Polresta Sidoarjo membekuk tujuh pengedar dan pengkonsumsi narkoba dari dua jaringan narkoba yang biasa mengedarkan sabu-sabu di lingkungan pabrik.

Dua jaringan yang berhasil ditangkap itu berasal dari jaringan Sedati yang terdapat lima tersangka. Yakni, Khayul Baqi (34) warga Banjar Kemuning, Edy Susanto (35) warga Tambak Rejo, Sugiono (28) warga Tambak Sawah, HB (21) warga Tambak Sumur dan SR (21) warga Tambak Rejo.

Sedangkan jaringan satunya berasal dari kawasan Taman, yang berhasil mengamankan Arif Setiawan, Taufik Hamzah dan Aditya.

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng Purwanto mengungkapkan penangkapan jaringan pengedar dan pengguna narkoba di kawasan Sedati  berawal dari laporan masyarakat adanya transaksi dan peredaran narkoba di kawasan Sedati.

"Saat kami menyelidiki dan menyanggong TKP, kami berhasil menangkap tersangka Khayul Baqi beserta barang buktinya satu pipet dan sabu seberat 1,60 gram," katanya, Kamis (18/5/2017).

Sugeng menambahkan, hasil pengembangan dari tersangka Khayul, petugas berhasil menangkap Edy Susanto beserta barang buktinya berupa tiga buah pipet yang masih tersisa sabu seberat 5,79 gram. Begitu dikembangkan lagi, petugas berhasil mengamankan Sugianto, HB dan SI.

"Tiga tersangka terakhir ditangkap saat berpesta sabu-sabu. dari ketiga tersangka, kami berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 42,71 gram," ungkapnya.

Sugeng menjelaskan, jaringan pengedar dan pengguna sabu-sabu di kawasan Sedati ini selalu memakai sistem ranjau sehingga petugas kesulitan untuk mengungkap Ipul, seorang bandar narkoba yang masih DPO. "Dalam transaksinya, mereka hanya melalui handphone dan tidak mengetahui satu sama lainnya," tukasnya.

Sementara jaringan dikawasan Taman, masih kata Sugeng, modusnya hampir sama yaitu memakai sistem ranjau. Sehingga polisi harus kerja ekstra untuk mengungkap seorang bandar dari kasus tersebut.

"Barang yang dijaringan Taman, di dapatkan dari Acong yang saat ini juga menjadi DPO kami. Kami juga mencoba ungkap jaringan ini mengorek transkip ponsel," pungkasnya. [isa/but]

Komentar

?>