Jum'at, 23 Juni 2017

DPC PDIP Sidoarjo Datangi Kejaksaan, Ada Apa?

Rabu, 17 Mei 2017 17:06:03 WIB
Reporter : M. Ismail
DPC PDIP Sidoarjo Datangi Kejaksaan, Ada Apa?

Sidoarjo (beritajatim.com) - Dukungan terhadap pemberantasan korupsi di wilayah Sidoarjo yang dilakukan oleh Kejari Sidoarjo tak hanya datang dari unsur masyarakat dan mahasiswa saja.‎

Melainkan aksi dukungan yang sama, juga datang dari unsur partai politik. Kali ini, belasan pengurus dan pimpinan DPC PDIP Kabupaten Sidoarjo, mendatangi Kejari Sidoarjo Rabu (17/5/2017). ‎

Rombongan DPC PDIP itu dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Sidoarjo Tito Pradopo. Termasuk juga ada dua anggota dewan aktif, yakni Sudjalil dan dr Wiyono (anggota Pansus PD Aneka Usaha).

Di Kejari Sidoarjo, mereka ditemui langsung oleh Kajari Sidoarjo, M Sunarto dan para Kasi di Kejari Sidoarjo.‎

Mereka mendukung tim penyidik Kejari Sidoarjo mengusut tuntas seluruh tindak pidana korupsi. Selain itu, mereka meminta penyidik Kejari Sidoarjo untuk transparan dan tidak tebang pilih dalam pemberantasan korupsi.

Seperti halnya penanganan kasus dugaan korupsi yang kini ditangani penyidik Kejari Sidoarjo saat menyidik kasus dugaan korupsi di PD Aneka Usaha salah satu perusahaan plat merah milik Pemkab Sidoarjo.

‎"Kami minta penyidik Kejari terus menegakkan keadilan dalam penanganan perkara kasus korupsi di Sidoarjo. Untuk kasus dugaan korupsi PD Aneka Usaha yang sudah menyeret 3 pimpinan perusahaan daerah itu jangan sampai tebang pilih," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Sidoarjo, Tito Pradopo.

Menurut anggota Pansus DPRD Sidoarjo Sudjalil, pihaknya tidak sepakat PD Aneka Usaha menjadi PT Aneka Usaha dengan alasan belum memenuhi syarat secara hukum. Selain itu, dalam pembentukan PD ke PT itu, seluruh anggota Pansus PD Aneka Usaha pernah berkunjung ke Jakarta untuk menemui berbagai pihak terkait. Salah satunya Kementerian ESDM, tujuannya untuk konsultasi perubahan PD ke PT itu.

"Saya memang ikut konsultasi ke Jakarta. Karena seluruh Pansus ke Jakarta saat itu untuk konsultasi. Kami tidak tahu perjalanan dinasnya pakai uang PD Aneka Usaha. Setahu saya pakai anggaran Sekretaris Dewan (Sekwan)," terang Sudjalil.

Sementara Kajari Sidoarjo, M Sunarto mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan yang mengalir ke Kejari Sidoarjo selama ini. Menurutnya, pihaknya sudah menerima pengembalian uang senilai Rp 75 juta dari Kabag Hukum Pemkab Sidoarjo.

Akan tetapi, lanjut Sunarto, prosesnya tetap berjalan lantaran penyidik masih mendalami uang pengembalian Rp 75 juta itu murni hutang atau uang barang bukti tindak pidana yang dibungkus perdata hutang piutang.

"Insyaallah kami menjaga amanah dan kepercayaan itu dengan tidak tebang pilih dalam penanganan seluruh kasus korupsi," pungkas mantan Kajari Jombang itu. (isa/ted)‎

Komentar

?>