Jum'at, 23 Juni 2017

Penyidik PD Aneka Usaha Sita Rp 75 juta Hutang Direktur PDAU ke Kabag Hukum

Selasa, 16 Mei 2017 18:18:51 WIB
Reporter : M. Ismail
Penyidik PD Aneka Usaha Sita Rp 75 juta Hutang Direktur PDAU ke Kabag Hukum

Sidoarjo (beritajatim.com) - Tim penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo menyita uang senilai Rp 75 juta dari Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkab Sidoarjo, Heri Soesanto.

Penyitaan itu dilaksanakan paska tim penyidik memeriksa Kabag Hukum yang menjabat Badan Pengawas (Bawas), Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU).

Penyitaan uang itu dilaksanakan di ruang Kasi Pidsus, Kejari Sidoarjo, Adi Harsanto. Sebelumnya, Heri diperiksa di ruang Kasi Intel, Kejari Sidoarjo, Andri Tri Wibowo untuk memastikan nilai dan peruntukkan dana Rp 75 juta dari PD Aneka Usaha itu.

"Paska diperiksa, dia (Heri Soesanto) memang bersedia menyerahkan uang Rp 75 juta. Tadi sudah diserahkan ke penyidik penuh," kata Kajari Sidoarjo H. M Sunarto Selasa (16/5/2017).‎

Sunarto menambahkan dalam pemeriksaan, target tim penyidik masih soal pengembalian uang Rp 75 juta sesuai kuintansi itu. Oleh karenanya, saat saksi bersedia mengembalikan uang itu pemeriksaan-nya ditutup (selesai). "Yang penting sekarang penyidik bisa mengamankan uang target pemeriksaan itu," tegasnya.

Paska pemeriksaan, Kabag Hukum Pemkab Sidoarjo mengakui sudah menyerahkan uang Rp 75 juta yang diminta tim penyidik. Menurutnya uang yang diambil melalui anak buahnya itu merupakan uang hutang Direktur PD Aneka Usaha, Amral Soegianto kepada dirinya.

Oleh karenanya, lantaran dirinya sudah menyerahkan uang ke penyidik Kejari Sidoarjo, maka hutang Amral Soegianto ke dirinya belum terbayar (tersaur). Heri mengakui pernah meminjami Amral senilai Rp 75 juta.

Sekarang uangnya dikembalikan. Uang tersebut milik badan usaha bukan pribadi. Heri juga menunjukkan kepada penyidik dan kepada yang lain sama-sama direktur juga pinjam ke Heri.

"Siapa yang pinjam, saya yang meminjami Amral. Kalau kuitansi saya itu murni pinjaman. Kalau ada kuitansi aliran dana Rp 75 ke DPR, itu bukan ranah saya. Saya bicara normatif hukumnya, yakni pengembalian pinjaman Amral kepada saya, dan itu bukan rekayasa," papar pria berkacamata itu.

Diberitakan sebelumnya, untuk mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha, terutama soal dugaan korupsi pengelolaan keuangan Tahun 2010 hingga 2016.

Tim Penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo juga memeriksa akuntan, Badan Pengawas (Bawas), Bendahara dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemkab Sidoarjo. (isa/kun)‎

Komentar

?>