Minggu, 19 Nopember 2017

Komplotan Maling Asal Surabaya Ditembak Polisi Tuban

Senin, 15 Mei 2017 15:44:11 WIB
Reporter : M Muthohar
Komplotan Maling Asal Surabaya Ditembak Polisi Tuban

Tuban (beritajatim.com) - Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskirim Polres Tuban berhasil melumpuhkan empat orang pelaku komplotan pembobolan rumah kosong yang sudah beberapa kali melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Tuban, Senin (15/5/2017).

Dua dari empat komplotan pembobol rumah kosong antar kabupaten itu terpaksa harus dilumpuhkan oleh petugas dengan menggunakan timah panas. Pasalnya dua pelaku yang merupakan residivis itu melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan di wilayah Surabaya.

"Pelaku berusaha melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Sehingga anggota melakukan tindakan tegas itu," terang AKBP Fadly Samad, Kapolres Tuban.

Empat maling itu masing-masing adalah Supriyadi (45), Junaidi (40) dan Dimas Bayu Rahman (25) yang semuanya warga Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Serta Maqbub Agus Ardiansyah (25), pemuda asal Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya.

"Dari empat pelaku ini tiga di antaranya sudah pernah tertangkap di Surabaya dengan kasus yang sama. Mereka ini spesialis pencurian dengan sasaran rumah kosong," tambah Kapolres Tuban saat melakukan press rilis.

Menurut Fadly Samad, penangkapan terhadap komplotan pencurian rumah kosong itu berawal saat mereka telah melakukan aksinya di Perumahan Permata Bonang, Kabupaten Tuban. Yang mana aksi pelaku yang membawa mobil Ertiga terekam kamera CCTV yang terpasang di rumah korban.

"Dengan adanya rekaman CCTV itu anggota langsung melakukan penyelidikan dengan mengejar mobil yang dibawa pelaku. Dan akhirnya berhasil menangkap satu pelaku yang menyewa mobil itu," ungkap Kapolres Tuban.

Pertama kali yang tertangkap adalah pelaku bernama Maqbub yang ditangkap di rumahnya. Selanjutnya, pelaku tersebut dibawa oleh petugas dan kemudian diminta untuk menunjukkan lokasi persembunyian dari tiga pelaku lainnya.

"Modusnya pelaku dengan membawa mobil mencari rumah yang kosong seperti orang mau bertamu. Kemudian setelah tidak ada orangnya pelaku langsung masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel pintu maupun merusak gembok. Rata-rata mereka beraksi pada hari Minggu," tegasnya. [mut/but]

Komentar

?>