Jum'at, 23 Juni 2017

KPK Periksa Imam Besar Masjid Istiqlal, Mengapa?

Senin, 15 Mei 2017 13:33:23 WIB
Reporter : -
KPK Periksa Imam Besar Masjid Istiqlal, Mengapa?

Jakarta (beritajatim.com) - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Dia akan dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai mantan pejabat di Kementerian Agama.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Nasaruddin akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Fadh El Fouz alias Fahh A Rafiq. Adapun Fahd merupakan tersangka kasus korupsi pengadaan Al-Quran dan laboratorium madrasah Tsanawiah pada anggaran Kementerian Agama.

"Saksi yang sudah hadir pada Kasus Proyek di Kemenag, tersangka FEF, yaitu Nasaruddin Umar (mantan Wamenag)," kata Febri, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Bersama Nasaruddin, ada lima saksi lain dari swasta yang sudah memenuhi panggilan KPK. Mereka adalah Syamsu rachman, Vasco Ruseimy, Wahab, dan Wahab. "Mereka juga saksi dalam kasus yang sama," ujar Febri.

Fadh dalam persidangan kasus ini untuk terdakwa Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya menyeret nama Nasaruddin Umar.

Fahd mengaku pernah bertemu dengan Nasaruddin Umar untuk mengecek proyek-proyek Kemenag pada 2011. Saat itu, Nasaruddin menjabat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag.

Menurut Fahd, semula dia diminta Zulkarnaen Djabbar yang saat itu menjadi anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, untuk mengecek proyek-proyek di Kemenag. Fahd diminta menjadi broker atau calo proyek yang menghubungkan pihak swasta dengan Kemenag.

"Saya mencari informasi di Ditjen Bimas Islam, ketemu Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam," kata Fahd.

Mulanya Fahd ditolak oleh Nasaruddin. Namun, setelah Fahd mengajak Dendy yang juga anak dari Zulkarnaen Djabar, Nasaruddin pun menerima kedatangan itu.

Semula, lanjut Fahd, Nasaruddin menolak kedatangannya. Namun setelah Fahd mengajak Dendy, putra Zulkarnaen, Nasaruddin pun mempersilahkan mereka masuk ke ruangan. Pertama tidak diterima, tapi saya bawa Dendy untuk telepon Dirjen, baru akhirnya diterima masuk karena dia (Nasaruddin) tidak tahu saya, tutur Fahd.

Kepada Kemenag, Fahd menanyakan sejumlah proyek yang akan berjalan. Bukan hanya proyek Alquran yang dicek saat itu. Namun, lanjut Fahd, dari semua proyek tersebut, pengadaan Alquran lah yang nilai anggarannya paling besar, yakni sekitar Rp 20 miliar hingga Rp 22 miliar.

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz alias Fadh A. Rafiq resmi dijadikan sebagai tersangka lantaran diduga melakukan korupsi pada dua proyek Kemenag. Dua proyek di Kemenag tersebut yakni, proyek pengadaan Alquran dan proyek pengadaan alat laboratorium Madrasah Tsanawiyah tahun anggaran 2011-2012.

Fahd diduga menerima uang hingga Rp.3,4 miliar dari total keseluruhan dua proyek tersebut sebesar Rp14,8 miliar. Fahd sendiri merupakan tersangka ketiga dalam kasus korupsi ini setelah mantan anggota Komisi VIII DPR, Zulkarnaen Jabar dan putranya, Dendy Prasetya dijebloskan ke penjara terlebih dahulu.

Atas perbuatannya, FEF disangkakan melanggar Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat (2) Jo ayat (1) huruf b dan lebih subsidair Pasal 11 Undang-Undang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dn Pasal 65 KUHP. [fad]

Sumber : Inilah.com
Tag : korupsi

Komentar

?>