Rabu, 26 Juli 2017

Oknum PNS yang Terkena OTT Pungli Beraksi Sejak 3 Tahun Lalu

Sabtu, 13 Mei 2017 13:05:03 WIB
Reporter : M. Ismail
Oknum PNS yang Terkena OTT Pungli Beraksi Sejak 3 Tahun Lalu

Sidoarjo (beritajatim.com) - Praktek melakukan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Ahmad Anwar (55) staf Kantor Sekretariat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Sidoarjo, sudah berjalan selama tiga tahun.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris mengatakan peran tersangka ini sebagai orang dalam. Namun, ia mampu melakukan proses perijinan dengan cepat, tentunya dengan adanya uang. "Meskipun tersangka orang dalam, seharusnya tidak melakukan ini," ucapnya, Sabtu (13/5/2017).

Dalam praktek yang dilakukan, AA juga menentukan tarif. Untuk SIUP meminta biaya Rp 250 ribu hingga Rp 700 ribu. Untuk Ijin Prinsip, AA meminta biaya Rp 2 juta. Untuk Ijin Limbah B3 dipatok senilai Rp 2 juta dan untuk IMB, meminta biaya Rp 1,5 juta.

"Untuk perijinan masing-masing berbeda, tergantung kesepakatan tersangka dan pemohon. Harganya variatif, tergantung perijinannya. Sebulan AA mendapatkan hasil Rp 3 juta," ungkapnya.

Mantan Kapolsek Simokerto Surabaya itu tak mengelak dalam OTT ini akan berkembang dan bisa ada tersangka lainnya. AA mengaku bekerja sendiri dan hasilnya dinikmati sendiri. "Meski ngaku sendiri, tetap kami kembangkan dan kemungkinan ada tersangka lainnya. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya," jelasnya.

Dalam kasus ini, PNS yang diangkat sejak tahun 1992 ini dijerat dengan pasal 11 UURI Nomor 20 tahin 2001 tentang perubahan Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (isa/kun)

Komentar

?>