Jum'at, 23 Juni 2017

Terbukti Tidak Makan Uang Negara tapi Divonis 2 Tahun, Dahlan Iskan Banding

Jum'at, 21 April 2017 12:30:51 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Terbukti Tidak Makan Uang Negara tapi Divonis 2 Tahun, Dahlan Iskan Banding

Surabaya (beritajatim.com) - Dahlan Iskan, terdakwa perkara korupsi penjualan aset milik PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur menyatakan banding atas putusan Majelis hakim yang diketuai Taksin yang menjatuhkan pidana penjara selama dua penjara, Jumat (21/4/2017). Vonis dijatuhkan karena Dahlan dianggap terbukti menyalahgunakan kewenangan sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur.

"Saya bertanggungjawab sebagai Dirut PT PWU waktu itu dan saya tidak akan lari dari tanggungjawab ini. Namun setelah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum saya, secara hukum saya nyatakan banding," ujar Dahlan usai putusan dibacakan.

Sementara pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim ini.

Usai sidang, Dahlan menyatakan terimakasih karena sudah dinyatakan tidak terbukti memakan uang negara. Namun Dahlan mengakui kesalahannya dan bertanggungjawab atas jabatannya sebagai Dirut PT PWU waktu itu.

"Terimakasih pada majelis hakim karena saya dinyatakan tidak memakan uang negara. Namun secara moral saya bertanggungjawab sebagai Dirut waktu itu dan saya tidak akan lari dari tanggungjawab tersebut," ujar Dahlan.

Dahlan menambahkan, dia manganggap PT PWU yang ia pimpin waktu itu ternyata memiliki aturan yang berbeda. Bagi Dahlan, karena sudah perusahaan tersebut sudah berbentu PT maka dia mengira aturan PT yang harus berjalan.

"Tapi ternyata itu tidak berlaku, jadi ini bisa dibuat pelajaran untuk para Dirut PT saat ini.  Belajar dari sidang ini. Anggaplah ini kebodohan saya karena terlalu emosi untuk mengabdi," ujar Dahlan.

Sebelumnya, dalam putusannya, hakim Taksin menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsider. Terdakwa dianggap bersalah karena tidak melaksanakan tugas dan fungsinya secara benar waktu menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca Wira Usaha (PWU) sehingga harga aset yang terjual dibawah NJOP.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp 100 Juta, subsider 2 bulan," tambahnya.

Meski dinyatakan bersalah, namun Dahlan tetap berstatus tahanan kota. Dalam pertimbangan hakim juga disebutkan hal yang memberatkan yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung program Pemerintah. Sedangkan hal yang meringankan, Terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Sekadar diketahui, Dahlan dituntut enam tahun, Dahlan juga dituntut denda sebesar Rp 750 juta subsidair 6 kurungan. Selain itu juga dibebani membayar uang pengganti sebesar Rp 4,1 milyar subsidair tiga tahun penjara.

Dalam pertimbangan tuntutan JPU disebutkan hal yang memberatkan yakni terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, terdakwa tidak mengakui terus terang perbuatannya dan terdakwa berbelit-belit.

Untuk diketahui, kasus aset PWU diusut Kejati Jatim pada 2015 lalu. Diduga, terjadi pelepasan sebanyak 33 aset milik PWU yang bermasalah. Penjualan terjadi pada tahun 2003, saat Dahlan menjadi Dirut PT PWU tahun 2000-2010. [uci/but]

Tag : korupsi

Komentar

?>