Minggu, 30 April 2017

Napi Sumenep Modifikasi Kerapan Sapi Jadi Kerapan Joget

Jum'at, 21 April 2017 11:13:35 WIB
Reporter : Temmy P.
Napi Sumenep Modifikasi Kerapan Sapi Jadi Kerapan Joget
Penghuni Lapas Sumenep menggelar kerapan sapi joget. [Foto: temmy/bj.com]

Sumenep (beritajatim.com)--Karapan sapi yang merupakan budaya khas Madura untuk mengadu kecepatan dan ketangkasan sapi, berubah menjadi sesuatu yang berbeda ketika dimodifikasi menjadi 'karapan joget'.

Lomba 'karapan joget' itu hanya ada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep, yang diikuti ratusan warga binaannya.

"Lomba ini merupakan rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan 2017,sekaligus ajang silaturrahmi antara kami dengan para warga binaan. Semua warga binaan boleh mengikuti lomba sekaligus menjadi penonton," ujar Kepala Rutan Sumenep, Ketut Akbar, Jumat (21/04/2017).

Lomba karapan joget tersebut tetap menggunakan 'kaleles' (tempat pijakan bagi joki) seperti karapan sapi pada umumnya. Setiap tim terdiri dari tiga orang narapidana sekamar. Dua orang memegang dan membawa 'kaleles', dan satu orang lainnya naik ke atas 'kaleles', bertindak sebagai joki.

"Setiap tim akan berjoget diiringi musik tradisional 'saronen'. Mereka tidak perlu berlari adu cepat. Mereka cukup menari dan berjoget mengikuti musik. Jogetnya itu yang dinilai," ujarnya sambil tersenyum.

Lomba 'kerapan joget' tersebut digelar di halaman samping Rutan Sumenep, yang telah 'disulap' layaknya arena karapan sapi. Setiap kali tampil, ada dua tim yang berlomba. Mereka berjoget diiringi kelopok musik tradisional 'saronen', yang biasanya memang ada di setiap karapan sapi.

"Kegiatan ini bisa dimaknai dua fungsi sekaligus. Olah Raga dan hiburan. Olah raga karena memang ini berjalan mulai start sampai finish, dan bermakna hiburan karena ada jogetannya," ucap Akbar. [air/tem]

Tag : lapas

Komentar

?>