Selasa, 24 Oktober 2017

Kasus Dugaan Korupsi PDAU Sidoarjo Naik Status Menjadi Penyidikan

Rabu, 19 April 2017 22:20:57 WIB
Reporter : M. Ismail
Kasus Dugaan Korupsi PDAU Sidoarjo Naik Status Menjadi Penyidikan

Sidoarjo (beritajatim.com) - Status penyelidikan (Lid) dugaan korupsi pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Sidoarjo yang ditangani Kejari Sidoarjo, statusnya meningkat menjadi penyidikan (Dik).

"Iya mulai hari ini kami tingkatkan ke penyidikan (dik). Sprindik sudah ditandatangani, " ujar Kajari Sidoarjo, Sunarto SH, Rabu (19/4/2017).

Sunarto menegaskan untuk mengungkap bocornya pengelolaan keuangan di perusahaan plat merah milik Pemkab Sidoarjo itu, ia menunjuk 9 penyidik senior yang diketuai oleh Kasi Inteljen Andri Tri Wibowo. "Sudah kami tunjuk 9 penyidik, yang kesemuanya senior," tegas mantan Aspidsus Kejati Gorontalo itu.

Kasi Intelijen Andri Tri Wibowo menambahkan, pihaknya kini tengah fokus mengumpulkan alat bukti dugaan bocornya pengelolaan keuangan PDAU selama enam tahun terkahir yakni mulai tahun 2010-2016.

PDAU Sidoarjo merupakan perusahaaan plat merah yang membawahi beberapa unit diantaranya Delta Property, Delta Grafika, Delta Advertaising dan Delta Gas.

"Kami fokus kepada semua unit pengelolaan itu. Namun, saat ini kami fokus pada tiga unit yakni Delta Grafika, Delta Gas dan Properti," jelasnya.

Mantan Kasi Intelijen Kejari Batam itu mengaku pihaknya bakal segera memanggil sejumlah saksi. "Dalam waktu dekat semua saksi akan kami panggil," janji Andri.

Sebelumnya, saat tingkat penyelidikan (Lid) untuk proses mengumpulan data dan bahan keterangan. Korps Adhyaksa Jalan Sultan Agung Sidoarjo telah memintai keterangan dugaan bocornya pengelolaan keuangan PDAU yang mencapai milyaran itu.

Diantaranya perwakilan dari PDAU Sidoarjo, Lapindo Barantas Inc, SKK Migas Jabanusa dan PT. BBG, rekanan PDAU. "Total ada sekitar 10 orang yang kami mintai keterangan waktu itu," pungkas mantan Kasi Pidsus Kejari Jombang itu. (isa/kun)

Komentar

?>