Minggu, 30 April 2017

Saksi Ungkap Muspida Madiun Kecipratan Aliran Uang Walikota

Selasa, 18 April 2017 17:21:11 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Saksi Ungkap Muspida Madiun Kecipratan Aliran Uang Walikota

Surabaya (beritajatim.com) - Sejumlah saksi dimintai keterangan dalam sidang perkara gratifikasi yang menyeret Bambang Irianto (BI) sebagai terdakwa. Salah satu saksi yang diperiksa adalah Kepala DPPKD Rusdianto SH Mhum.

Rusdianto yang menjabat sebagai Kadispenda periode 2014-2016 ini menyebut jika dirinya pernah diminta Terdakwa untuk meminta setoran dari SKPD.

"Saya dipanggil pak Wali (Terdakwa) dan dikasihtau bahwa kita ini hidup bertetangga sehingga muncul himbauan setoran dari SKPD ini yang diistilahkan sebagai uang pengamanan" ujar saksi.

Menurut saksi, tidak ada tarif khusus besaran uang yang harus disetorkan. Sebab masing-masing SKPD berbeda pendapatan, ada yang setor Rp 2 juta, Rp 5 juta bahkan ada yang tidak setor sama sekali.

"Dari setoran SKPD tersebut saya yang diperintahkan oleh pak Wali untuk mengelola. Total setoran yang diterima SKPD tersebut mulai tahun 2009-2016 adalah sebesar Rp 6,5 M," ujar saksi.

Menurut saksi, uang tersebut kemudian didistribusikan ke beberapa muspida dan jajarannya, ada tiga tahap pencairan dalam satu tahun yakni untuk Tahun Baru, Lebaran dan menjelang anak masuk sekolah.

"Semua saya laporkan ke Pak Wali (Terdakwa)," ujar saksi.

Usai sidang kuasa hukum Terdakwa yakni Indra Priangkasa menyatakan terkait gratifikasi yakni menyangkut istilah dana keamanan, dimana tidak satu persenpun yang masuk ke Terdakwa.

"Uang tersebut diberikan pada DPR, Forminda (Forum Muspida Daerah), dan tidak sepeserpun diterima Terdakwa. Dan yang paling penting ada beberapa hal yang membuat Madiun berbeda dengan Kota lain," ujar Indra.

Namun Indra tidak menjelaskan apakah pungutan dari SKPD tersebut ada cantolan hukumnya atau tidak. [uci/ted]

Komentar

?>