Selasa, 25 Juli 2017

Komunitas Intelijen Daerah Banyuwangi Fokus Perangi Narkoba

Senin, 20 Maret 2017 21:45:41 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Komunitas Intelijen Daerah Banyuwangi Fokus Perangi Narkoba

Banyuwangi (beritajatim.com) - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta anggota Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Banyuwangi tidak hanya melakukan pengawasan bidang politik dan keamanan saja.

Kominda saat ini harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba di Banyuwangi.

"Narkoba sudah menjadi masalah penting di negara kita ini. Saya minta, peredaran narkoba harus menjadi prioritas pengawasan," ujar Anas saat membuka Pembekalan anggota Kominda, di Banyuwangi, Senin (20/3/2017).

Peran Kominda, kata Anas, menjadi kepanjangan tangan yang paling utama dalam pencegahan bahaya narkoba. Karena, pintu masuk narkoba di Banyuwangi dinilai cukup banyak dari pintunya  dari berbagai sisi.

"Ada pelabuhan-pelabuhan kecil bisa menjadi tempat transaksi narkoba. Bahkan, dari cerita polisi perairan beberapa waktu lalu ada temuan bahwa salah satu kapal nelayan membawa narkoba," terang Anas.

Hal ini merupakan tantangan Banyuwangi ke depan. Pihaknya berpesan agar seluruh lapisan dapat terus menjaga sistem keamanan di laut.

"Harapan kami fokus Kominda tak lagi hanya pada sisi keamanan dan ketertiban saja, tapi menyelamatkan daerah ini dari bahaya narkoba.
Karena narkoba ini pun telah merambah ke anak-anak sekolah setingkat SMP,” jelas Anas.

Lebih lanjut, kata Anas, koordinasi antar aparat, pemerintah, kepala desa dan tokoh-tokoh agama perlu ditingkatkan dalam mengawasi peredaran narkoba.

“Tidak ada gunanya ekonomi tumbuh, kalau narkoba ini marak di sini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Anas juga meminta Kominda ikut mendukung optimalisasi pajak. Selama ini, kata Anas, sejumlah warung yang ramai pengunjung, ditengarai tidak membayar sesuai dengan penjualannya. Kalau ini dibiarkan, ekonomi akan terganggu dan tidak aman.

”Untuk optimalisasi pajak ini, akan segera dibentuk tim intensiifikasi pajak dari berbagai untur untuk melakukan pengawasan. Sebagai tahap awal, akan dibentuk di 5 tim kecamatan yang potensi pajaknya besar,” kata Bupati Anas.

Kominda merupakan komunitas yang beranggotakan unsur intelijen dari Badan Intelijen Negara (BIN), TNI, Polri, kejaksaan, bea cukai, imigrasi, kementerian agama, PNS daerah, camat hingga aparat desa.(rin/ted)

Komentar

?>