Senin, 18 Desember 2017

Penjaga Kos Keroyok Mahasiswa Unej Gara-gara Jemuran

Senin, 20 Maret 2017 13:15:52 WIB
Reporter : Kuntoro Rido Astomo
Penjaga Kos Keroyok Mahasiswa Unej Gara-gara Jemuran

Jember (beritajatim.com) - Seorang mahasiswa PGSD Universitas Jember (UNEJ) berinisial GR, menjadi korban pengeroyokan oleh dua orang penjaga tempat indekos yang bersangkutan di Jalan Kalimantan XVIII No. 4, Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari, Jember. Keduanya yakni Fajar dan Fahri.

Ceritanya, korban yang juga warga Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) itu, bermula saat korban ditegur oleh pelaku Fahri dengan kata-kata kasar, Jumat (17/3/2017) lalu.

Kala itu, pelaku meminta korban memindahkan jemuran. Namun, korban menjawab dengan baik-baik lantaran merasa tidak memiliki jemuran.

Sayangnya, dari jawaban itu korban malah dipukul oleh pelaku Fahri. Celakanya lagi, Fajar, pelaku kedua yang melihat hal itu justru tidak melerai malah ikut memukuli korban.

Akibat pengeroyokan tersebut, mengalami luka serius sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember. Selain lebam, korban juga mengalami luka robek di pipi dan dahi sebelah kiri.

Alhasil, usai mendapatkan visum, korban melapor ke Polsek Sumbersari Jember dengan Laporan Polisi Nomor: TBL/67/III/2017/JATIM/RESJBR/SEK.SMSR. Pada Minggu 19 Maret 2016, salah satu pelaku, Fajar, berhasil diamankan petugas dari Polsek Sumbersari Jember. Namun setelah menjalani pemeriksaan, Fajar justru tidak ditahan.

Menanggapi kejadian ini, praktisi hukum M Zakir Rasyidin menyayangkan peristiwa pengeroyokan itu. Sebab, harusnya aparat kepolisian, Polsek Sumbersari khususnya dan Polres Jember pada umumnya, bisa mengambil langkah tegas. "Harus polisi bisa tegas, termasuk transparan dalam penanganan kasus ini," tegas Zakir, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, semua orang sama di mata hukum. "Hukum harus ditegakkan, karena bukan tidak mungkin akibat kasus ini korban terganggu kuliahnya," pungkasnya. [kun]

Komentar

?>