Minggu, 26 Maret 2017

Terseret Kasus Korupsi, Mantan Kepala SMKN 1 Jiwan Ditahan

Kamis, 16 Maret 2017 20:32:20 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Terseret Kasus Korupsi, Mantan Kepala SMKN 1 Jiwan Ditahan

Madiun (beritajatim.com) - Setelah sempat tertahan bertahun-tahun, kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Jiwan bergulir kembali. Mantan Kepala SMKN 1 Jiwan, Mudjidjono (58) akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri Mejayan Kabupaten Madiun, Kamis (16/3/2017).

Mudjidjono akhirnya ditahan setelah penyidik Polres Madiun Kota menyerahkan berkas tahap dua berupa tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum Kejari Mejayan.  "Sudah ditahan. Karena memang pemberkasan selesai," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mejayan, Wartajiono Hadi kepada wartawan.

Hadi -- panggilan akrab -- Wartajiono Hadi, menjelaskan, tersangka dituduh melakukan korupsi dana bantuan program rintisan bantuan operasional sekolah (BOS) periode tahun 2012-2014 dengan jumlah total anggaran sebesar Rp 2.093.000.000 yang bersumber dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau APBN periode 2012-2014.

Sebelum dilakukan penahanan, kuasa hukum tersangka sempat mengajukan penangguhan penahanan dengan alasan sakit. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Caruban, tersangka dalam kondisi sehat.

"Dari pihak pensihat hukum tadi mengajukan permohonan untuk tidak ditahan, dengan alasan sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Caruban, dinyatakan sehat, makanya kami langsung tahan," katanya

Hadi mengatakan, alasan penahanan tersangka agar mempermudah dan mempercepat proses hukum. Tersangka akan ditahan selama dua puluh hari di rumah tahanan Madiun.

Sementara, pengacara tersangka, Mas Sri Mulyono menuturkan kliennya memiliki riwayat sakit jantung sehingga pihaknya berupaya melakukan upaya penangguhan. "Ya, beliau memiliki sakit jantung, makanya kami upayakan permohonan penanggugan penahanan," katanya.

Untuk diketahui, modus korupsi yang diduga dilakukan Mudjidjono sewaktu menjabat kepala SMKN 1 Mejayan dengan cara mengajukan atau mengusulkan dana bantuan program R-BOS SM/R-BOS/BOS periode 2012-2014, namun tidak sesuai dengan jumlah siswa riil per semester dan tidak sesuai yang ditetapkan dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS).

Selain itu, diduga tersangka melakukan mark up dan pembelian sejumlah barang secara fiktif sehingga mengakibatkan kerugian negara. Sesuai hasil auditor BPKP Provinsi  Jatim, kerugian negara mencapai sekitar Rp 515.084.029

Atas kejahatannya, tersangka dijerat dua pasal yang diatur dalam Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (mit/kun)

Tag : korupsi madiun

Komentar

?>