Kamis, 14 Desember 2017

Gigit Tangan Pelaku, Dua Bocah SD Gagal Diculik

Rabu, 15 Maret 2017 10:50:31 WIB
Reporter : Temmy P.
Gigit Tangan Pelaku, Dua Bocah SD Gagal Diculik

Sumenep (beritajatim.com) - Dua siswa sekolah dasar di Sumenep nyaris menjadi korban penculikan dua lelaki tak dikenal usai pulang sekolah.

Dua siswa tersebut yakni Baisuni (12) dan Fadhil Ilyas(8). Keduanya warga Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Mereka nyaris diculik saat menjaga padi di sawah milik orang tuanya, sepulang dari sekolah.

Menurut Moh. Noh (45), ayah Fadhil Ilyas, saat anaknya menjaga padi dari gangguan burung bersama Baisuni, temannya, ada seorang perempuan tak dikenal turun dari sepeda motor, kemudian menghampiri dan meminta anak-anak berhati-hati karena sekarang rawan penculikan anak.

Ternyata tak berselang lama, ada dua lelaki tak dikenal yang turun dari mobil, dan mendekati korban.

"Laki-kali itu kemudian memegang tangan anak saya, sambil membekap mulut anak saya. Ya tentu saja anak saya berontak," ujar Noh.

Sambil berontak, Dimas (panggilan Fadhil Ilyas: red) menggigit tangan pelaku. Kemudian Baisuni, teman Dimas, melepaskan ketapel ke muka pelaku, hingga kedua pelaku pun lari terbirit-birit.

"Alhamdulillah, anak saya lolos dari penculikan, setelah menggigit tangan pelaku, kemudian teman anak saya membantu dengan melepaskan ketapel," ucapnya.

Upaya penculikan tersebut, membuat korban syok dan bingung. Noh menduga, anaknya sempat dibius pelaku saat mulutnya dibekap.

"Sepertinya anak saya dibius. Karena setelah sampai di rumah, anak saya seperti orang linglung," tuturnya.

Sementara Kapolsek Batang-batang, AKP Sutrisno membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini kasus tersebut tengah dalam penanganan kepolisian.

"Berdasarkan pengakuan orang tua korban, itu diduga sebagai upaya percobaan penculikan anak. Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus itu," ungkapnya. (tem/kun)

Komentar

?>