Kamis, 23 Maret 2017

Kedatangan Anggota DPR RI ke Sidang Chin Chin Disoal

Kamis, 09 Maret 2017 09:05:59 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Kedatangan Anggota DPR RI ke Sidang Chin Chin Disoal

Surabaya (beritajatim.com) - Kuasa hukum pelapor Gunawan Angka Widjaja yakni Teguh Suharto Utomo mempertanyakan kepentingan Arteria Dahlan salah satu anggota DPR RI komisi dua dalam sidang perkara pencurian dokumen dimana Trisulowati Jusuf alias Chin Chin sebagai terdakwa.

Terlebih lagi, politikus dari PDIP tersebut pada awak media menyatakan alasannya datang ke persidangan karena bertepatan dengan hari perempuan sedunia.

"Saya mengkritisi ucapan saudara Arteria Dahlan. Pertama soal hari perempuan sedunia. Makanya dia secara spesial datang dari kantor yang mewakili rakyat Indonesia khusus mengunjungi seorang wanita bernama Trisulowati alias Chin Chin yang masih status isteri orang lain, ini ada apa? Kenapa tidak ibunya atau istrinya diberi perhatian lebih. Tunjukan kesetiaannya. Bukan ngurusi wanita yang masih berstatus suami orang," ujar Teguh.

Teguh juga mengkritisi soal saksi yang dengan mudahnya mencabut BAP-nya, memang menurut Teguh, saksi mempunyai hak untuk mencabut BAP, tetapi perlu diingat dengan mencabut BAP berarti saksi mengingkari pernyataan di hadapan penyidik, dan tidak komitmen terhadap pengakuan dan tanda tangannya sendiri.

"Hal itu malah menjadi bumerang bagi dirinya kelak. Jangan sampai terbukti rekayasa dan turut serta melakukan kejahatan," tandas Teguh.

Teguh juga mengkritisi pernyataan Arteria bahwa Jaksa digaji oleh Negara harus memeriksa dengan teliti kasus Chin Chin. Menurut Teguh, Arteria mungkin lupa bahwa dia juga digaji negara dari uang rakyat termasuk suami Chin Chin.

Lalu kenapa hanya Chin Chin yang dia perhatikan, padahal di Surabaya tepatnya di PN Surabaya masih banyak para pencari keadilan yang mungkin butuh dukungan seorang Arteria yang katanya wakil rakyat tersebut.

"Kenapa dia hanya mendatangi ruang sidang Chin Chin dan hanya disitu saja? Harusnya pantau ruang sidang lain dong, pasti akan menemukan terdakwa atau pencari keadilan yang butuh dukungannya. Kenapa begitu antusias hanya membela seorang Chin Chin yang sudah didampingi banyak kuasa hukum. Saya akan merasa bangga pada seorang Arteria sebagai wakil rakyat kalau dia teriak-teriak di PN Surabaya karena membela seorang tukang becak atau orang yang tidak mampu yang mencari keadilan," ujar Teguh.

Perlu diketahui, Arteria datang ke persidangan Chin Chin. Pada awak media Arteria menyatakan alasannya kenapa memberi perhatian besar pada sidang Chin Chin, awalnya Arthalita menyatakan jika dirinya tidak memiliki kepentingan apapun dalam kasus ini. Dia datang ke persidangan karena bertepatan hari perempuan sedunia dan dia cari perempuan yang namanya Chin Chin yang dianggap merepresentasikan bagaimana penegakan hukum belum adil untuk perempuan.

Namun pernyataan Arteria itu berubah ketika awak media menyatakan jika Arteria bukan hanya saat itu saja datang ke persidangan, namun sebelumnya juga dia tampak hadir untuk mengikuti sidang ini. Arteria tampak bingung, namun ia segera menjawab bahwa ia datang bukan hanya kasus ini. Tetapi banyak kasus lain yang juga mendapat perhatian dirinya seperti kasus di Jombang.

Arteria juga mengkritisi kinerja Kejaksaan yang dianggap janggal terutama terkait perkara yang dalam sehari sudah dilimpahkan, menurut Arthalita hal itu diluar kewajaran. "Harusnya diperiksa dulu dong, Anda dikasih honor oleh Negara. Nggak bisa seenaknya," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso hanya tersenyum, menurut Ali apabila ada orang yang mempermasalahkan kenapa cepat memproses kasus Chin Chin maka orang tersebut tidak paham prinsip hukum yang murah, cepat dan tepat.

"Kalau ada yang bilang seperti itu (proses hukum terlalu cepat), suruh cek ke Kejaksaan bukan hanya kasus Chin Chin yang prosesnya cepat banyak kasus lain seperi narkoba, pencurian dan lainnya juga prosesnya cepat. Jadi jangan mengeneralisir donk," ujar Ali.

Ali menambahkan kenapa kasus ini atau kasus lain bisa diproses cepat karena sebelum berkas dilimpah, pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan penyidik supaya berkasnya tidak bolak balik. "Kalau dua alat bukti sudah didapat, kenapa harus berlama-lama," tegas Ali. [uci/suf]

Komentar

?>