Minggu, 22 Januari 2017

Cagar Budaya Markas TKR di Basra Belum Dieksekusi

Kamis, 12 Januari 2017 12:14:17 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Cagar Budaya Markas TKR di Basra Belum Dieksekusi

Surabaya (beritajatim.com) - Kandasnya gugatan perlawanan eksekusi yang diajukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Surabaya terhadap sengketa lahan yang terletak di Jalan Basuki Rahmat 119-121 Surabaya belum ditindaklanjuti dengan pelaksanaan eksekusi dalam waktu dekat oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Ketua PN Surabaya Sujatmiko, saat dikonfirmasi mengaku pihaknya tidak akan melakukan apapun pasca putusan penolakan ini dibacakan.

"Tidak ada hal yang akan kita lakukan pasca putusan. Kita akan mempelajari kelanjutan penetapan eksekusi apabila ada pihak yang dinyatakan sebagai pemilik sah mengajukan atau menanyakan realisasi terhadap eksekusi sesuai isi penetapan yang sudah diterbitkan oleh pengadilan," ujarnya, Kamis (12/1/2017).

Sebelumnya dalam pertimbangannya, hakim Ferdinandus menilai bukti-bukti yang diajukan PDAM telah dipakai pada gugatan perdata sebelumnya yang dimenangkan oleh Hanny Layantara (terlawan) hingga tingkat kasasi dan putusan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht.

Tak hanya itu, senjata PDAM yang dipakai untuk mengajukan gugatan perlawanan, yaitu SK Walikota Tri Rismaharini yang menyebut bahwa lahan tersebut merupakan cagar budaya, juga dikesampingkan hakim.

Alasan hakim, SK tersebut terbit setelah adanya produk hukum berupa putusan pengadilan terhadap perkara pokok yang yang sudah diputus hakim sebelumnya.

"Sudah ada putusan hakim terlebih dulu keluar sebelum SK Walikota diterbitkan. Putusan hakim merupakan produk hukum, sehingga SK Walikota sudah selayaknya dikesampingkan dalam perkara ini," ujar hakim Ferdinandus membacakan amar putusannya.

Atas putusan ini, pihak PDAM melalui Kabag Hukum Muhammad Risky, belum menentukan sikap. "Kita akan laporkan dulu putusan ini kepada pimpinan dan walikota," ujarnya. [uci/ted]

Komentar

?>