Kamis, 23 Nopember 2017

Naik Level ke Penyidikan

Ini Kronologi Dugaan Korupsi Block Office Pemkot Batu

Kamis, 12 Januari 2017 08:21:14 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Ini Kronologi Dugaan Korupsi Block Office Pemkot Batu
foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) - Dugaan korupsi penyelewengan pengadaan tanah untuk komplek perkantoran atau gedung terpadu (block office) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Batu yang disidik Kejati Jatim sudah mulai naik level penyidikan.

Berikut kronologi kasus yang mendapat sorotan dari masyarakat Batu ini. Kasus ini bermula dari Malang Corruption Watch (MCW) yang mengkritisi penggunaan dana Rp 55 miliar untuk pembangunan food court, membeli mebeler, dekorasi ruangan, serta membangun taman baru di gedung Balai Kota dan Perkantoran Terpadu yang baru. Rencana itu dinilai MCW sebagai upaya menghambur-hamburkan uang.

Bahkan MCW menjelaskan, pada 2009 Pemkot Batu mengeluarkan dana Rp 42,5 miliar untuk membeli tanah seluas 3,5 hektar yang sekarang ini ditempati bangunan perkantoran terpadu. Selanjutnya, Februari 2011 Pemkot Batu mulai membangun pondasi gedung perkantoran terpadu yang menelan anggaran Rp 35 miliar. Sayangnya pembanggunan gedung block office tidak mulus, dan terhenti tiga tahun.

Barulah awal 2015 pembangunan dimulai lagi dengan menggerojok dana Rp 175 miliar. Sayangnya dalam proses pengadaan lahan untuk gedung terpadu (Block Office), tim intelijen Kejati Jatim mencium adanya dugaan korupsi, hingga melakukan pengumpulan data dalam kasus itu. Akhirnya, pada pertengahan September 2016, kasus ini resmi ditangani penyelidik Pidsus Kejati Jatim. [uci/suf]

Tag : korupsi

Komentar

?>