Kamis, 23 Februari 2017

Ijin Berobat di Tiongkok Habis, DI Jalani Sidang Lagi

Rabu, 11 Januari 2017 20:34:03 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Ijin Berobat di Tiongkok Habis, DI Jalani Sidang Lagi

Surabaya (beritajatim.com) - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Didik Farkhan Alisahdy memastikan jika mantan menteri BUMN Dahlan Iskan akan mengikuti sidang lanjutan dalam perkara korupsi penjualan aset di PT Panca Wira Usaha (PWU) pada Jumat (13/1/2017) mendatang.

Menurut Didik, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah membawa Dahlan ke Indonesia pada hari ini Rabu (11/1/2017) setelah mantan wartawan ini beberapa hari menjalani pengobatan ke Tianjin China.

Dahlan, masih kata Didik, terbang dari Beijing pada Rabu sore dan transit lebih dahulu di Singapura. Dari Negeri Singa penerbangan dilanjutkan ke Indonesia.
"Laporan dari Pak Roy (Kasipidsus Kejari Surabaya), Pak Dahlan sudah terbang dari Beijing ke Singapura. Kemungkinan malam nanti tiba di Surabaya," ujarnya.

Pemulangan ini, dikarenakan masa izin Dahlan Iskan, untuk berobat di luar negeri sudah habis. Dahlan Iskan memeriksakan transplantasi hatinya ke sebuah rumah sakit di Tianjin, Tiongkok, setelah diizinkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Dia terbang ke negeri Tirai Bambu dengan dikawal seorang jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Mantan Direktur Utama PT PLN itu diberi batas waktu oleh hakim untuk berobat di luar negeri. Sebab, pada Jumat, 13 Januari 2017, dia harus mengikuti sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pelepasan aset PT PWU.

Dahlan Iskan berstatus tahanan dan dicekal ke luar negeri sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 27 Oktober 2016 lalu. Sempat ditahan di Rutan Medaeng, dia beralih jadi tahanan kota empat hari kemudian setelah kesehatannya memburuk berada di dalam tahanan. Sejak itu pula dia kesulitan berobat ke luar negeri untuk transplantasi hatinya.

Dahlan Iskan didakwa jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan pelanggaran pidana korupsi pada penjualan aset PT PWU, BUMD Pemprov Jatim. Penjualan dilakukan pada tahun 2003 semasa Dahlan jadi Dirut PT PWU. Oleh jaksa, Dahlan didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [uci/ted]

Tag : korupsi pwu

Komentar

?>