Jum'at, 21 Juli 2017

Tekan Angka Kecelakaan, 56 Kendaraan Milik Pelajar Terjaring Razia

Rabu, 11 Januari 2017 18:41:48 WIB
Reporter : Misti P.
Tekan Angka Kecelakaan, 56 Kendaraan Milik Pelajar Terjaring Razia

Mojokerto (beritajatim.com) - Sebanyak 56 kendaraan milik para pelajar berhasil terjaring dalam razia yang digelar Satlantas Polres Mojokerto Kota, Rabu (11/1/2016). Masih tingginya angka kecelakaan yang melibatkan para pelajar di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota menjadi tujuan digelarnya razia tersebut.

KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota, Iptu Anang Leo mengatakan, razia kali ini dilakukan dengan cara pendekatan yang berbeda, yakni dengan bekerja sama dengan sekolah. "Dibantu pihak sekolah, para guru mendata para pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor untuk dikumpulkan dan dibawa kesini," ungkapnya.

Masih kata KBO, razia gabungan bersama dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto menjaring 56 kendaraan bermotor. Tujuannya, lanjut KBO, yakni untuk menekan angka laka lantas berkaitan dengan pelajar di wilayah Kota Mojokerto.

"Karena pada tahun 2016 lalu, sedikitnya 47 orang pelajar yang terlibat kecelakaan. Namun angka ini sudah mengalami penurunan dibanding tahun 2015 lalu, yakni sebanyak 85 orang pelajar sehingga dengan razia seperti ini diharapkan bisa menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar," katanya.

KBO menambahkan, dari 56 kendaraan milik para pelajar yang terjaring razia tersebut, pelanggaran pastinya yakni pengendara belum memiliki SIM. Tak hanya itu, lanjut KBO, juga ditemukan kendaraan yang sparepart tidak memenuhi syarat. Selain mengamankan kendaraan ke Mapolres Mojokerto Kota, pihak orang tua juga dihadirkan.

"Kami minta orang tua para pelajar untuk datang dan untuk para pelajar kami minta membuat surat pernyataan yang isinya tidak membawa motor ke sekolah. Karena mereka masih dibawah umur sehingga kewajiban orang tua yang harus mengantar maupun menjemput anaknya ke sekolah," urainya.

Sementara itu, Kabid Lalu-lintas, Dishub Kota Mojokerto, Kadiran menambahkan, razia tersebut dilakukan juga untuk menyikapi adanya angkutan kota (angkot) gratis yang disediakan Pemkot Mojokerto. "Pemkot sudah menyediakan dan difasilitasi dengan adanya angkot gratis tapi ternyata masih banyak pelajar yang melakukan pelanggaran," ujarnya.

Terkait banyaknya pelajar asal luar Kota Mojokerto yang bersekolah di Kota Mojokerto, Kadiran menegaskan, itu urusan masing-masing daerah. Namun karena sudah ada angkot gratis yang sudah disiapkan di ruas jalan Kota Mojokerto, maka pelajar khususnya tidak memiliki SIM dilarang mengendarai kendaraan bermotor di Kota Mojokerto.

"Itu urusan daerah masing-masing, kalau memang pelajar yang dari luar kota harus membawa motor, silahkan tapi dilarang membawa masuk Kota Mojokerto. Jika memang angkot yang disediakan kurang, maka akan ditambah. Saat ini, sudah ada 13 armada dan dua bus siap dioperasikan," tegasnya.[tin/kun]

Komentar

?>