Sabtu, 21 Januari 2017

Bripka Arifin, Ditangisi Banyak Orang Saat Mau Pensiun

Selasa, 10 Januari 2017 13:16:38 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Bripka Arifin, Ditangisi Banyak Orang Saat Mau Pensiun

Malang (beritajatim.com) - Namanya cukup singkat, Arifin. Pria kelahiran Malang 18 Januari 1959 itu, tak pernah bermimpi akan menjadi seorang Polisi. Berpangkat Brigadir Polisi Kepala atau Bripka, Arifin sebentar lagi mau pensiun. Seperti namanya yang berarti orang bijak, Arifin sangat dihormati dan disegani masyarakat selama bertugas sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.

“Insya Allah tanggal 17 Januari 2017 ini saya sudah pensiun dari Kepolisian.  Kemarin banyak anak-anak SD yang nangis setelah mendengar saya pensiun. Pas upacara bendera, siswa-siswi spontan memeluk saya. Saya juga kaget, saya bilang kalau tetap menyanyangi anak-anak meski sudah pensiun,” tutur Bripka Arifin, Selasa (10/1/2017).

Bripka Arifin kini menjadi Babhinkamtibmas Polsek Pakis. Tugas itu, sudah diemban Bripka Arifin 15 tahun lamanya. Sebagai seorang Babhinkamtibmas, Bripka Arifin harus keluar masuk Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, untuk mensosialisasikan berbagai aturan hukum. Mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Serta, tidak berbuat hal-hal yang merugikan orang lain di tempat tinggal mereka.

“Sering saya sampaikan pada masyarakat agar jangan sampai melanggar hukum. Karena hukum itu tidak pandang bulu. Profesi apapun kalau sudah melanggar hukum, ya harus patuh. Alhamdulillah masyarakat ternyata mau mendengar dan justru kerap meminta tolong saya dalam berbagai hal,” kenangnya.

Menurutnya, tugas seorang Babhinkamtibmas sangatlah mulia. “Pesan saya untuk teman-teman sesama anggota, ayo kita bekerja secara tulus. Kalau sampeyan cuma mengenal orang tok tapi tidak mau mengakrabi mereka, ya percuma,” terangnya.

Bapak tiga orang anak itu masuk Kepolisian sejak tahun 1979 silam. Kala itu, Arifin masuk ikut pamanya yang menetap di Denpasar, Bali. Paman Arifin adalah seorang Anggota TNI. Namun, ia justru mendaftarkan diri sebagai Anggota Polisi. Setelah mengikuti pendidikan selama 9 bulan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, setahun berikutnya Arifin muda sudah menjadi bagian korps Bhayangkara. Selepas pendidikan pertamanya, Arifin mendapat surat perintah untuk berdinas di Polwil Dili, Timor-Timor (Sekarang Timor Leste-red) sebagai pasukan organik.

4 bulan berada di Polwil Dili, Arifin lalu pindah tugas ke Polsek Bobonaro diwilayah hukum Polres Maliyana, Timor-Timor sejak tahun 1980 sampai 1984. Empat tahun di Polsek Bobonaro, Arifin akhirnya ditarik ke Polres Maliyana sampai tahun 1989. Saat itu, Arifin bertugas menjadi operator. Semacam pemberi kabar melalui telematika.

“Saat di Polres Maliyana saya sebagai operator. Waktu itu alatnya masih manual semua,” kenang Arifin sembari terkekeh.

Cukup lama bertugas di Timor-Timor, Arifin lalu pindah ke Polwil Malang pada awal tahun 1990. Beberapa bulan di Polwil, Arifin lalu masuk Polres Malang sebagai Anggota Sabhara tahun 1991. Hanya empat bulan saja, pria yang hobi bernyanyi itu lalu pindah ke Polsek Wagir, Kabupaten Malang sampai tahun 1997.

Lebih dari enam tahun menjadi anggota Polsek Wagir, barulah Arifin pindah tugas lagi ke Polsek Pakis selama tiga tahun lamanya. Dari Pakis, Arifin digeser ke Polsek Poncokusumo pada awal tahun 2000. “Saat itu fungsi Babhinkamtibmas kan belum  ada. Satuan Binmas belum terbentuk,” papar Bripka Arifin.

Baru pertengahan awal tahun 2001, Arifin akhirnya kembali ditarik ke Polsek Pakis dan mengemban tugas sebagai Babhinkamtibmas. Dimata Bripka Arifin, menjadi Babhinkamtibmas adalah tugas yang mulia dan sangat menarik. “Apapun tugasnya, semua tergantung dari diri kita sendiri. Butuh ketulusan hati dalam melaksanakan tugas apapun. Kalau tulus, tugas apapun tidak akan berat bagi kita,” ucapnya.

Sebagai polisi pembina keamanan dan ketertiban didesa-desa, Bripka Arifin bertemu banyak orang. “Kalau sudah menyatu dengan masyarakat, rasanya adem dihati. Sangat berkesan pokoknya,” katanya sambil tersenyum.

Saking dekatnya Bripka Arifin dengan warga Desa di jajaran Polsek Pakis, murid-murid di SDN 01 Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, sampai menangis kala mendengar Bripka Arifin akan pensiun pada bulan ini. Sambil berurai air mata, bocah-bocah SD itu memeluk Bripka Arifin ditengah upacara bendera hari Senin.

“Waktu upacara bendera itu, komandan upacaranya anak kelas 5 SD. Saya salami, lalu saya dipeluk dan menangis. Spontan murid-murid lainya ikut nangis juga dan meluk saya,” ujarnya.

Hal sama juga dilakukan seorang penjual sayur mayur. Mendengar Bripka Arifin akan pensiun, seorang pedagang sayuran itu langsung menemui Arifin saat ditengah jalan. “Tadi pagi saya ketemu penjual sayur. Dia langsung nangis dan meluk saya. Dikiranya saya mau pindah dari Polsek Pakis, lalu saya jelaskan jika saya sudah masuk waktu pensiun,” kenang Bripka Arifin.

Diujung masa tugasnya, Bripka Arifin pun berpesan, agar seluruh anggota kepolisian benar-benar menerapkan makna pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. “Tugas Polisi itu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Kita harus paham bagaimana caranya menjadi pelayan yang baik, tidak hanya diucapkan saja. Jangan hanya menuntut hak memperoleh gaji yang layak saja, tapi kewajiban seorang Polisi harus benar-benar dilakukan,” pungkasnya. (yog/kun)

Tag : polisi malang

Komentar

?>