Jum'at, 18 Agustus 2017

Dengar Mau Pensiun, Bocah SD Ini Peluk Polisi Sambil Menangis

Selasa, 10 Januari 2017 11:03:04 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Dengar Mau Pensiun, Bocah SD Ini Peluk Polisi Sambil Menangis

Malang (beritajatim.com) - Seorang bocah laki-laki tiba-tiba menangis. Sambil berurai air mata, bocah bernama Didik Septian (11) memeluk erat seorang Polisi yang berdiri didepanya.

Suasana upacara bendera yang semula hening, sontak  jadi hujan tangis ketika teman-teman Didik di SDN 01 Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, turut memeluk Anggota Polisi dari  Polsek Pakis dengan berderai air mata.

Siapa sebenarnya Polisi yang begitu dicintai seluruh siswa sekolah ditempat itu? Adalah Brigadir Polisi Kepala atau Bripka Arifin namanya. Pemandangan mengharukan itu tanpa sengaja terjadi saat Bripka Arifin, seperti biasa ikut upacara bendera pada Senin (9/1/2017).

"Kebetulan pas upacara bendera hari Senin kemarin mas. Kejadianya spontan, saya sendiri juga heran dan ikut sedih juga waktu itu," terang Bripka Arifin, Selasa (10/1/2017) pagi pada beritajatim.com.

Bripka Arifin adalah seorang Babhinkamtibmas Polsek Pakis. Bapak tiga orang anak tersebut, sudah 15 tahun menjadi seorang bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babhinkamtibmas) di Desa Banjarejo, wilayah hukum Polsek Pakis. Bagi warga Desa Banjarejo dan sekitarnya, nama Bripka Arifin cukup tersohor.

Tangisan haru dari murid-murid SDN 01 Desa Banjarejo membuktikan, betapa Bripka Arifin selama ini, adalah sosok Polisi yang cukup disegani sekaligus dihormati.
Menurutnya, murid SDN 01 Banjarejo menangis ketika mendengar Bripka Arifin hendak pensiun. Dalam sambutanya saat upacara bendera pagi itu, Bripka Arifin berpesan agar seluruh siswa sekolah belajar secara tekun. Mentaati tata tertib sekolah dan menghormati seorang guru.

"Waktu itu saya juga jadi peserta upacara. Sementara Didik Septian yang memeluk saya lebih dulu, jadi komandan upacaranya. Nah waktu sambutan, saya sisipi juga bahwa tugas saya sebagai Polisi tinggal dua bulan lagi. Meski nanti saya sudah pensiun, saya berharap kita semua tetap menjaga semangat kekeluargaan," bebernya.

Usai memberi sambutan, Bripka Arifin pun menyalami Didik selaku komandan upacara.  Tanpa diduga, bocah kelas V SD itu langsung memeluk Bripka Arifin sambil menangis. Pemandangan haru ditengah lapangan upacara, membuat sejumlah guru nampak terpukau. Suasana yang semula hening, sontak berubah jadi hujan tangis ketika rekan-rekan Didik yang menjadi peserta upacara, turut memeluk Bripka Arifin sambil berurai air mata.

"Siswa pada nangis karena mendengar saya akan pensiun. Mereka sudah anggap seperti anak saya sendiri. Saya sampaikan kalau menjadi Polisi itu ada batas waktunya, kapan pun akan pensiun. Tapi saya tetap menyayangi anak-anak," ujar Bripka Arifin.

Kejadian mengharukan itupun membuat Bripka Arifin turut meneteskan air mata. Tak disangka, tugasnya sebagai Babhinkamtibmas selama 15 tahun, mendapat perhatian yang tulus dari anak-anak hingga orang dewasa di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis. "Tadi pagi saya juga ketemu penjual sayuran. Penjual sayur itu memeluk saya dan menangis karena tahu saya akan pensiun," kata Bripka Arifin.

Populernya nama Bripka Arifin bagi warga Kecamatan Pakis diamini banyak orang. "Pak Arifin orang baik. Beliau Polisi yang tidak pernah berbuat macam-macam. Orangnya sangat baik mas, selalu tulus dalam membantu warga kalau dimintai tolong," kenang Sarip, salah seorang warga Pakis.

Dimata Bripka Arifin, mengemban tugas selama 15 tahun jadi Babhinkamtibmas adalah pekerjaan yang sangat mulia. Selama itu, Bripka Arifin selalu menekankan warga desa agar patuh dan taat terhadap hukum. Ia juga selalu mensosialisasikan agar sesama warga, saling menjaga kerukunan dan kekeluargaan. Bripka Arifin pula yang meminta agar masyarakat, tidak melanggar hukum karena di mata hukum, semua orang sama derajatnya.

"Sering saya sampaikan agar masyarakat jangan sampai melanggar hukum. Karena hukum tidak pandang bulu. Jauhi minum-minuman keras, judi dan narkoba. Karena tiga hal itu sangat merusak generasi muda dan lingkungan," tutur Bripka Arifin.

Pria yang pernah bertugas di Timor Leste (dulu Timor-Timor-red) itu menambahkan, kunci hubungan baik tugasnya sebagai Polisi dengan masyarakat adalah, selalu mencari saudara dan teman. Dimana ada pusat keramaian, Bripka Arifin selalu hadir dan berpesan agar tetap menjaga keamanan serta menjaga rasa kekeluargaan diantara sesama.

"Selama bertugas, tiap hari saya tekankan untuk mencari sodara. Kalau ada keramaian, pasti saya datangi. Kadang saya ikut nimbrung, ikut nyanyi sambil berpesan agar menjaga ketertiban dan patuh terhadap hukum," pungkas pria kelahiran 18 Januari 1959 itu. (yog/kun)

Tag : polisi malang

Komentar

?>