Selasa, 25 Juli 2017

Jaksa Minta Hakim Agar Perkara Chin Chin Dilanjutkan ke Pembuktian

Rabu, 04 Januari 2017 14:50:44 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Jaksa Minta Hakim Agar Perkara Chin Chin Dilanjutkan ke Pembuktian

Surabaya (beritajatim.com) - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Surabaya Sumantri menanggapi eksepsi yang diajukan pihak terdakwa Trisulowati alias Chin Chin dalam sidang lanjutan perkara pencurian dokumen milik PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) yang dilaporkan Gunawan Angka Widjaja ini, Rabu (4/1/2017).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Unggul Warsito, JPU Sumantri menyatakan jika perkara mantan Dirut Empire Palace ini layak untuk dilanjutkan ke pembuktian dan meminta hakim menolak eksepsi pihak terdakwa.

Sumantri juga menyatakan jika pihaknya tetap pada dakwaan dimana tetap mendakwa dengan pasal 374 KUHP,  tentang penggelapan dan 363 KUHP pencurian, serta memunculkan pasal tambahan yakni 367 ayat (2) dan Pasal 376 KUHP.

"Perkara ini masih tetap bisa berjalan, karema pencurian dalam keluarga tersebut juga masuk dalam ranah pidana, selama pelapor tidak mencabut laporan atau adanya perdamaian," tambahnya.

Sementara kuasa hukum Chinchin Ronald Talaway mengaku, bahwa Jaksa penuntut Umum (JPU) tidak dapat melakukan penuntutan dalam perkara ini, sesuai dengan pasal 367 ayat (1) dimana pasangan suami istri yang masih ada ikatan atau belum berpisah tidak dapat dilakukan perkara atau penuntutan.

"Disini Jaksa telah mengabaikan pasal 376 ayat (1) dan terkesan memaksakan, padahal perkara ini bermula dimana terdakwa melakukam pencurian dan penggelapan dokumen perusahaan keluarga," ungkapnya.

Disinggung dengan munculnya dua pasal dari Jaksa yakni Pasal 367 ayat (2) dan 376 KUHP. Menurut Ronald hal itu sah saja, asal selama masih belum P 21.

" Boleh menambahkan pasal, selama masih tahap P 19, kalau ini namanya memaksakan," pungkasnya.


Menanggapi pernyataan Kuasa hukum Chinchin, Teguh Suharto Utomo selaku kuasa hukum Gunawan Angka Wijaya (Suami terdakwa), bahwa pernyataan tersebut sebuah manuver yang menyesatkan.

" Silahkan saja kuasa hukumnya menyatakan begitu, tapi itu merupakan pernyataan yang menyesatkan. Apa seorang isteri melakukan pencurian tidak dapat diproses pidana,"  ujar Teguh.

Menurut Teguh, kepolisian melakukan penyidikan dan menjerat seseorang hingga menjadi tersangka, karena adanya dua alat bukti. Dan itu sudah dilakukan seperti dalam kasus ini dimana Chin chin telah melakukan pencurian dokumen perusahaan.

"Janganlah kita seolah-olah menjadi hakim, biar hakim yang terhormat nanti yang memutuskan apakah Chin Chin bersalah apa tidak," tegas Teguh. [uci/ted]

Komentar

?>