Rabu, 26 April 2017

Angka Kriminalitas di Polres Mojokerto Meningkat Selama 2016

Sabtu, 31 Desember 2016 14:51:18 WIB
Reporter : Misti P.
Angka Kriminalitas di Polres Mojokerto Meningkat Selama 2016

Mojokerto (beritajatim.com) - Kasus kriminalitas sepanjang tahun 2016 di wilayah hukum Polres Mojokerto meningkat. Data Satreskrim setempat menyebutkan, angka kriminalitas pada tahun 2016 sebanyak 571 kasus atau naik 103 kasus dibanding tahun 2015.

Namun, kenaikan angka kriminalitas tersebut diimbangi dengan penyelesaikan perkara sebanyak 81 persen atau naik 10 persen dari tahun sebelumnya, yakni 71 persen pada tahun 2015. Hal tersebut diungkapkan dalam press realese akhir tahun 2016 di ruang eksekutif Polres Mojokerto.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso dihadapan Kapolres Mojokerto, AKBP Boro Windu Danandito, Waka Polres Mojokerto, Kompol Suryo dan jajaran mengungkapkan, selama tahun 2016 ada 571 kasus dengan penyelesaian perkara sebanyak 467 kasus atau 81 persen selesai.

"Terbanyak didominasi curat 67 kasus, penipuan dan pengelapan 52 kasus, perjudian 47 kasus, penganiayaan 26 kasus, curanmor dan KDRT masing-masing 19 kasus, persetubuhan dan pencabulan anak 18 kasus dan pengroyokan 16 kasus," ungkapnya, Sabtu (31/12/2016).

Data tersebut berdasarkan jenis kasus kriminalitas yakni sebanyak 60 kasus. Kasat menjelaskan, jika dibandingkan tahun 2015 lalu, angka kriminalitas hanya sebanyak 474 kasus. Sebanyak 339 kasus selesai atau sebanyak 71,5 persen dengan masih banyaknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yakni sebanyak 53 kasus.

"Kasus yang menonjol terjadi di tiga polsek yakni Ngoro, Sooko dan Mojosari karena lalu-lintas di tiga wilayah ini cukup tinggi. Ditambah, tiga polsek ini wilayahnya paling luas, jumlah penduduk banyak dan banyak terdapat perkantoran. Selain itu karena ketiganya berada di wilayah perbatasan," ujarnya. [tin/suf]

Komentar

?>