Kamis, 25 Mei 2017

Hanya Satu Warga Bekas Lokalisasi Semampir Mengungsi di Tenda

Kamis, 15 Desember 2016 22:28:50 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Hanya Satu Warga Bekas Lokalisasi Semampir Mengungsi di Tenda

Kediri (beritajatim.com) - Tenda pengungsian yang dipersiapkan Pemkot Kediri untuk warga RW 5 bekas Lokalisasi Semampir sepi. Hingga malam ini, dari total 285 Kepala Keluarga (KK) terdampak penggusuran, baru ada satu orang warga yang datang menyatakan untuk mengungsi.

Satu orang warga tersebut adalah Senin (62) warga RW 5 Kelurahan Semampir. Dia datang seorang diri ke tempat pengungsian yang ada di Lapangan Semampir. Petugas langsung mendatanya dan memberinya makan.

"Saya masih bingung mengurusi barang-barang di Kantor Kelurahan Semampir. Seluruh keluarga masih ada disana. Saya kemari (tenda pengungsian) untuk bermalam disini. Rencananya, istri anak dan juga cucu saya malam ini menginap disini," aku Senin, Kamis (15/12/2016) malam.

Senin mengaku, sejak kecil sudah tinggal di Eks Lokalisasi Semampir. Dia dibesarkan di lingkungan yang sebelumnya merupakan kawasan pelacuran. Banyak kenangan yang tertinggal disana. Salah satunya adalah bangunan rumah yang kini telah rata dengan tanah.

"Rumah itu dulu kami bangun dengan susah payah. Setiap dapat uang sedikit kita perbaiki. Sampai akhirnya jadi rumah yang bisa kita tempati bersama keluarga. Sekarang ini sudah tidak ada lagi. Hanya barang-barang perkakas yang tersisa. Itupun terkumpul jadi satu bersama barang-barang milik warga lainna di Kantor Kelurahan Semampir," ucapnya.

Petugas dari TNI, Polri dan Satpol PP mengevakuasi barang-barang milik warga RW 5 terdampak penggusuran di Kantor Kelurahan Semampir.

Petugas mengumpulkan barang tersebut, namun tetap didata sesuai dengan nama pemiliknya. Hingga kini, sebagian barang warga masih disana, namun beberapa diantaranya sudah diambil oleh warga yang pindah tempat.

Senin mengaku, hingga malam ini belum memiliki rencana yang pasti untuk mencari tempat tinggal baru. Apabila tidak ada tempat lain, dirinya akan meminta tolong anaknya untuk mencari tempat kos. Sementara itu, hingga malam ini, kakek tua ini juga belum mengambil uang kerohiman sebesar Rp 2,5 juta yang dijanjikan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) untuk setiap satu Kepala Keluarga (KK).

Saat beritajatim.com datang ke lokasi pengungsian, terdapat tiga tenda yang berdiri di sebelah utara Lapangan Semampir. Tenda-tenda pengungsian ini didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tagana Kota Kediri. Namun demikian, tidak dimanfaatkan oleh warga RW 5 sebagai tempat pengungsian.

Saluran instalasi listrik memang sudah menjangkau tenda. Namun, listrinya belum dinyalakan. Sehingga, lampu penerangan berasal dari senter petugas. Karena belum adanya listrik ini, maka kipas angin yang disediakan juga belum dapat difungsikan dengan baik.

Di lokasi pengungsian ini, sebuah dapur umum telah difungsikan. Sejak pagi tadi, dapur umum sudah memproduksi makanan. Makanan yang dihasilkan untuk para petugas pelaksana eksekusi dan juga petugas keamanan. Dapur umum ini khususnya disediakan untuk para calon pengungsi dari RW 5 Semampir.

Koordinator Pengungsian Bambang mengaku, pada siang hari saat masa pengosongan bekas Lokalisasi Semampir delapan orang warga RW 5 datang untuk melihat-lihat pengungsian. Namun, hingga malam ini baru ada satu orang warga yang datang untuk menyatakan mengungsi.

"Kami sediakan fasilitas tenda, sebanyak tiga unit. Untuk satu unitnya dengan kapasitas sekitar 50 orang. Kemudian ada dapur umum dan juga MCK. Untuk instalasi listrik masih diupayakan. Malam ini kami pastikan sudah bisa nyala. Masyarakat RW 5 bisa memanfaatkan tenda ini sebagai tempat sementara tinggal sebelum akhirnya mendapat tempat tinggal baru," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam penggusuran bekas Lokalisasi Semampir tiga alat berat berhasil meratakan lebih dari 200 bangunan rumah permanen.

Pemkot Kediri memberikan tawaran tempat tinggal di Rusunawa Kelurahan Dandangan selama dua tahun secara gratis, atau mencari tempat tinggal lain dengan pemberian dana subsidi pindah tempat sebesar Rp 5 juta. Adapun dana kerohiman yang dijanjikan tetap dapat diambil oleh warga hingga 31 Desember 2016 mendatang.[nng/ted]

Komentar

?>