Kamis, 19 Januari 2017

Tawarkan PSK di Eks Lokalisasi Dolly, Sugeng Diangkut Polisi

Kamis, 15 Desember 2016 19:15:18 WIB
Reporter : Ragil Priyonggo
Tawarkan PSK di Eks Lokalisasi Dolly, Sugeng Diangkut Polisi

Surabaya (beritajatim.com) - Berdalih membutuhkan uang buat kebutuhan hidup, Sugeng Muklisno (42), asal Desa Sidoharjo Kecamatan Penawar Tama Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mencoba praktik protitusi di lokalisasi Ex Dolly.

Akibatnya, pria yang juga tingga di Jalan Putat Jaya Gg.3 B No. 21 Surabaya, Rabu (14/12/2016) pukul 23.00 WIB, langsung diamankan Anggota Unit PPA (Perlindungan anak dan perempuan) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

"Kami menangkap pelaku setelah transaksi sama laki hidung belang," kata Kompol Bayu Indra Wiguno, Wakasat Polrestabes Surabaya, Kamis (15/12/2016).

Dari keterangan Sugeng, cara pratik protitusi di Ex lokalisasi Dolly ini hanya duduk di pinggir jalan. "Kalau ada orang lewat saya tawari, lalu mengatakan main mas," kata Sugeng.

Ketika mendapatkan laki hidung belang, baru pria berprofesi sebagai tukang pakir ini bertansaksi harga. "Sekali kencan saya meminta Rp250 ribu itu untuk di Dolly, jika tamunya minta diluar atau hotel ya harganya lain Rp500 ribu," terangnya.

Sedangkan untuk wanita untuk melayani laki hidung belang, Sugeng tidak kebingungan. Lantaran dirinya banyak mengenal Pekerja Seks Komersial (PSK) Freelance. Kebetulan waktu transaksi pelaku ini menawarkan Santi (32) untuk melayani hidung belang.

Ketika transaksi selesai, baru Sugeng mengantar tamunya ke Wisma 24 Jalan Kupang Gunung Timur Gg.1 No.24 Surabaya. Dan selanjutnya korban yang kos di Jalan Jarak ini dijemput oleh rekan Sugeng. "Dari tarif kencan dibagi Rp150 buat korban, sedangkan Rp100 dibagi dua untuk SG dan rekannya yang kerap disapa Parman," papar Bayu.

Atas kasus praktik protitusi ini, polisi menjerat dengan pasal 296 KUHP dan Jo pasal 2 UU RI No 21 tahun 2007 tentang PTPPO. "Sebab SG sudah menjual korban sebanyak 4 kali," terang Bayu. [kun]

Tag : prostitusi

Komentar

?>