Kamis, 27 April 2017

Isak Tangis Warnai Penggusuran Bekas Pelacuran Semampir

Kamis, 15 Desember 2016 18:45:49 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
  • Isak Tangis Warnai Penggusuran Bekas Pelacuran Semampir
  • Isak Tangis Warnai Penggusuran Bekas Pelacuran Semampir

Kediri (beritajatim.com) - Isak tangis warga RW 5 Kelurahan Semampir, Kota Kediri pecah saat ratusan aparat gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Kota Kediri merangsek masuk Eks Lokalisasi Semampir. Warga tak kuasa menolak penggusuran.

"Kami harus tinggal dimana lagi. Kami tidak punya rumah selain ini. Mengapa pemerintah kota tega dengan warganya sendiri," kata Sugeng merengek, Kamis (15/12/2016).

Dengan terpaksa warga meninggalkan rumahnya. Mereka mengemasi barang-barangnya dan pergi. Beberapa anak kecil terlihat ketakutan melihat petugas yang datang dalam jumlah banyak.

Pantauan beritajatim.com, ada seorang warga yang tengah sakit dievakuasi menggunakan kereta dorong. Sementara itu, banyak perempuan yang meratapi melihat rumahnya.

Setelah memastikan bekas kawasan pelacuran itu kosong tidak berpenghuni, akhirnya tiga alat berat dikerahkan. Tidak butuh waktu lama lebih dari 200 bangunan rumah permanen berhasil diratakan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Kediri Dewi Sartika mengatakan, pihaknya mempersiapkan tiga tenda pengungsian di Lapangan Semampir sebagai tempat tinggal sementara warga. Dinsos juga memberikan tawaran tempat tinggal di Rusunawa Dandangan secara gratis selama dua tahun, atau menerima uang subsidi kepindahan maksimal sebesar Rp 5 juta.

"Tenda pengungsian kita persiapkan selama tujuh hari. Selama waktu itu, kami sediakan makanan untuk warga sehari empat kali. Mereka bisa menggunakan waktu itu untuk mencari tempat tinggal," kata Dewi Sartika.

Namun demikian, dari 285 Kepala Keluarga disana, kebanyakan masih belum mengambil uang kerohiman. Akan tetapi, Dinsos memberikan kesempatan pengambilan uang kerohiman hingga 31 Desember 2016 mendatang.

Penggusuran terhadap bekas Lokalisasi Semampir ini merupakan kali kedua setelah kegiatan serupa gagal dilakukan, 10 Desember 2016 lalu. Dalam penggusuran ini, sebanyak 800 personil gabungan dikerahkan.

Setelah kawasan bekas pelacuran tersebut rata dengan tanah, ke depan Pemkot Kediri akan merubahnya menjadi ruang terbuka hijau (RTH). [nng/but]

Komentar

?>