Selasa, 25 Juli 2017

Eksekusi Semampir, Warga Mulai Keluar Rumah

Kamis, 15 Desember 2016 10:21:28 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Eksekusi Semampir, Warga Mulai Keluar Rumah
Eksekusi: Warga eks Lokalisasi Semampir mengemasi barangnya. [Foto: nanang/bj.com]

Kediri (beritajatim.com)-- Peringatan Polres Kediri Kota akhirnya diindahkan warga RW 05 eks Lokalisasi Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Warga bersedia meninggalkan rumahnya.

Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Ketut Mudita. "Kami peringatkan kembali. Kepada seluruh warga RW 05 supaya segera meninggalkan rumah dan jangan melakukan perlawanan," seru Kompol Ketut Mudita, Kamis (15/12/2016) pagi.

Di belakang Kompol Ketut Mudita telah berjajar ratusan personel gabungan dan TNI, Polri dan juga Satpol PP. Pada barisan terdepan merupakan polisi wanita (Polwan) berseragam yang membentuk barikade.

Supriyo, kuasa hukum warga RW 05, mengaku tidak memerintahkan warga untuk bertahan maupun meninggalkan rumahnya. Menurutnya, keputusan itu ada di tangan masyarakat.

Para petugas kemudian mulai masuk ke kawasan eks Lokalisasi Semampir. Petugas meminta warga yang masih bertahan untuk keluar rumah. Petugas juga membantu warga untuk mengemasi barang-barang miliknya.

Rata-rata warga memang bertahan di dalam rumah. Mereka mengunci pintu dari dalam dan bersembunyi bersama anak-anaknya. "Jangan dirusak, Pak. Biar kami saja yang keluar membawa barang-barang kami," ucap ibu-ibu dengan menggendong anaknya.

Petugas menyediakan tempat evakuasi sementara untuk warga RW 05 di kantor Kelurahan Semampir. Petugas juga menyediakan armada pengangkutan bagi mereka yang ingin pindah dan membawa barang-barangnya.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di eks Lokalisasi Semampir relatif kondusif. Warga keluar dari rumahnya masing-masing untuk mencari tempat tinggal baru bagi mereka.

Seperti halnya warga lainnya, Suparji mengaku, akan mencari tempat kos untuk tempat tinggal sementara. Namun demikian, Suparji belum menerima tawaran Pemkot Kediri uang kerohiman Rp 2,5 juta. [air/nng]

Komentar

?>