Rabu, 26 Juli 2017

Eksekusi Eks Lokalisasi Semampir

Warga Siap Bertahan di Rumah Saat Penggusuran

Rabu, 14 Desember 2016 18:25:23 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Warga Siap Bertahan di Rumah Saat Penggusuran

Kediri (beritajatim.com) - Sehari menjelang eksekusi tahap dua terhadap eks Lokalisasi Semampir Kota Kediri, pemerintah daerah setempat menawarkan tambahan uang subsidi untuk pindah tempat.
 
Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana mengatakan, tawaran terakhir kepada masyarakat di RW 05 Semampir berupa uang subsidi kepindahan sebesar Rp 5 juta rupiah dan uang kerohiman sebesar Rp 2,5 juta rupiah. Selain itu, pemkot menyediakan alat angkut dan tenaga pengangkutan bagi mereka yang bersedia pindah.
 
“Selain uang kerohiman sebesar Rp 2,5 juta, Pemkot masih memberikan tawaran yaitu dana subsidi bagi mereka yang tidak bersedia tinggal di Rusunawa Kelurahan Dandangan. Mereka bisa mencari tempat tinggal lain, dan Pemkot memberikan subsidi maksimal Rp 5 juta. Ini adalah kesempatan terakhir bagi warga,” kata Apip Permana, Rabu (14/12/2016).
 
Uang subsidi ini dimaksudkan untuk memperingan beban warga dalam mencari tempat tinggal baru, apabila mereka menolak menempati rusunawa. Namun demikian, tawaran ini pun masih juga ditolak oleh warga.
 
Endang, salah seorang warga RW 5 Kelurahan Semampir mengaku, apapun kondisinya akan tetap menempati rumahnya. Dia menolak tawaran pemerintah dan siap bertahan dirumah saat penggusuran berlangsung. Endang beralasan, rumah yang ia tempati sekarang ini adalah peninggalan orang tuanya dan dibangun dengan susah payah.
 
“Tetap enak tinggal di rumah sendiri mas. Di rumah ini saya menikmati masa kecil saya hingga sekarang ini. Rumah ini dibangun oleh orang tua saya dengan susah payah. Apapun keadaanya saya akan tetap menempati rumah ini. Bahkan, besok ketika ada penggusuran saya tetap berada di dalamnya,” kata Endang.
 
Menurut Endang, warga yang lain bakal melakukan hal yang sama seperti dirinya. Mereka menolak tawaran pemerintah untuk menerima uang kerohiman dan subsidi pindah tempat. Warga berharap pemerintah kota dapat memahami kondisi warganya sendiri. Mereka hanya bersedia angkat kaki apabila Pemkot menang dalam gugatan perdata yang diajukan ke PTUN Surabaya.
 
“Kami hanya minta pemkot menunda rencana menggusur rumah-rumah kami. Pemerintah harusnya memberikan contoh bagi masyarakatnya untuk taat dan patuh terhadap hukum. Kenapa Pemkot seolah-olah menggunakan kekuasaanya untuk menindas rakyatnya sendiri. Kami warga Kota Kediri yang sah dan memiliki KTP. Tidak adakah kepedulian dari Pemkot terhadap kami,” pinta Endang merengek.
 
Bagi Pemkot sendiri hari ini adalah deadline terakhir bagi warga RW5 untuk angkat kaki dari rumahnya. Sebab pada kamis besok penggusuran tahap kedua bakal dilaksanakan dengan segala kondisi yang terjadi. Pemkot akan merefungsi bekas kawasan prostitusi tersebut menjadi ruang terbuka hijau.
 
Sebelumnya, pemkot kediri hanya sanggup merobohkan satu bangunan rumah milik Yanto dalam penggusuran tahap pertama 10 Desember lalu. Dengan membawa rekomendasi hasil rapat kerja, sejumlah anggota DPRD menghentikan eksekusi hingga ada keputusan berkekuatan huku tetap dari sengketa lahan tersebut. (nng/ted)

Komentar

?>