Selasa, 30 Mei 2017

Polisi Sita Bom Molotov di Eks Lokalisasi Semampir

Rabu, 14 Desember 2016 14:24:33 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Polisi Sita Bom Molotov di Eks Lokalisasi Semampir
Penggusuran eks lokalisasi Semampir, beberapa hari lalu.

Kediri (beritajatim.com) - Ratusan aparat gabungan dari Polres Kediri Kota dan Satpol PP yang datang untuk menggusur eks Lokalisasi Semampir terhalang oleh barisan warga RW 05. Dialog di antara keduanya kemudian berlangsung.

Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Ketut Mudita dalam pernyataanya melalui megaphone menegaskan kedatangannya hanya untuk menjalankan tugas sebagai pihak keamanan. Dia meminta agar warga tidak berbuat anarkis.

"Izinkan kami masuk. Jangan ada yang berbuat anarkis. Jangan sampai ada yang melakukan perbuatan melawan hukum," tegas Ketut Mudita, Sabtu (10/12/2016) pagi.

Sugiarto, selaku Kuasa Hukum Warga RW 05 meminta agar aparat keamanan mematuhi hukum bahwa, sengketa lahan masih dalam proses persidangan di PTUN Surabaya. Atas nama warga, dia berharap kepolisian tidak melakukan eksekusi hingga ada keputusan incrah atau berkekuatan hukum tetap.

"Kami meminta supaya tidak ada eksekusi hari ini. Kepolisian harus tunduk pada hukum. Jika memang warga kalah dalam persidangan, kami legowo. Tetapi jika Pemkot kalah, juga harus legowo," katanya.

Dialog berlangsung alot. Sementara warga dari golongan ibu rumah tangga dan anak-anak terus menangis. Mereka tidak ingin rumahnya dihancurkan. Disisi lain, ratusan personil Polwan yang berdiri di barikade terdepan tidak bergeming.

"Kami tahu apa yang ada disini. Kalian mempersiapkan barang-barang yang berbahaya, ada bambu runcing, ada bom molotov. Urusan kami untuk mengamankan barang-barang berbahaya itu. Kalau urusan sengketa tanah pemda yang akan menjalankan," tegas Ketut Mudita.

Warga akhirnya mengizinkan aparat keamanan untuk masuk untuk melakukan sweeping terhadap barang-barang berbahaya yang dimaksud. Akhirnya petugas mengumpulkan barang-barang tersebut, salah satunya bom molotov. [nng/but]

Komentar

?>